Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Asabri

Ketua BPK Bantah Kerugian Negara Dalam Kasus Korupsi Asabri Menyusut

Agung Firman Sampurna membantah kerugian negara dalam kasus korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asabri (Persero) menyusut.

Ketua BPK Bantah Kerugian Negara Dalam Kasus Korupsi Asabri Menyusut
Tribunnews.com, Igman Ibrahim
Ketua BPK RI Agung Firman Sampurna melakukan pertemuan dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin di Kompleks Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Senin (31/5/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Agung Firman Sampurna membantah kerugian negara dalam kasus korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asabri (Persero) menyusut.

Diketahui, BPK menghitung kerugian negara dalam kasus tersebut senilai Rp 22,78 triliun.

Angka itu jauh menyusut dibandingkan perkiraan kerugian negara yang dihitung oleh Kejaksaan Agung RI yang mencapai Rp 23,7 triliun.

"Mengenai masalah angka yang berkurang, angka tidak pernah berkurang. Karena angka itu baru disampaikan pada hari ini. Teman-teman dari kejaksaan kalau ada angka yang berbeda wajar-wajar saja," kata Agung di Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Senin (31/5/2021).

Ia menyampaikan perhitungan yang dilakukan BPK RI telah final dan pasti.

Perhitungan itu pun telah melalui pemeriksaan investigatif.

Baca juga: BPK Endus Kecurangan Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi Asabri

"Ini bahasa hukumnya angka yang nyata dan pasti jumlahnya. Angka yang pasti jumlahnya itu ada dalam laporan hasil pemeriksaan atas perhitungan kerugian keuangan negara pada tanggal 27 Mei 2021. Jadi tidak pernah ada yang kurang ya. Yang kemarin temen-temen denger mungkin ancer-ancer," katanya.

Sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mencatat nilai kerugian negara dalam kasus korupsi pengelolaan dana investasi dan keuangan PT Asabri (Persero) mencapai Rp 22,78 triliun.

Demikian disampaikan Ketua BPK RI Agung Firman Sampurna usai melakukan pertemuan dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin di Kompleks Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Senin (31/5/2021).

Baca juga: BPK: Kerugian Negara dari Kasus Korupsi Asabri Rp 22,78 Triliun

Halaman
12
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas