Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Bolehkah Berutang di Pinjaman Online Menurut Islam? Ini Penjelasannya

Berikut penjelasan hukum berhutang di pinjaman online menurut Islam dari Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta, Roykhatun Nikmah, M.H.

Bolehkah Berutang di Pinjaman Online Menurut Islam? Ini Penjelasannya
vestifinance.ru
Ilustrasi pinjaman online. Berikut penjelasan hukum berhutang di pinjaman online menurut Islam dari Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta, Roykhatun Nikmah, M.H. 

TRIBUNNEWS.COM - Akhir-akhir ini memang tengah marak kasus pinjaman online di tengah masyarakat.

Banyak yang menggunakan pinjaman online sebagai solusi dari permasalahan keuangan yang tengah dialami.

Namun masyarakat akhirnya dirugikan karena banyak pinjaman online yang menerapkan bunga tinggi sehingga utang menjadi berlipat ganda.

Bahkan tak jarang hingga mencapai ratusan juta rupiah.

Lantas bagaimanakah hukum berutang di pinjaman online menurut Islam?

Baca juga: Utang Rp 3,7 Juta untuk Beli Susu Anak, Guru Honorer Ini Malah Terlilit Pinjol hingga Rp 206 Juta

Diperbolehkan Asal Tidak Memberatkan Salah Satu Pihak

Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta, Roykhatun Nikmah, M.H mengatakan jika secara umum dalam akadnya telah ada keridhaan dari kedua belah pihak maka pinjaman online ini diperbolehkan.

"Dalam hal ini kalau kita melihat secara umum dalam akad ya, kalau ada keridhaan dari kedua belah pihak maka akad tersebut diperbolehkan," kata Roykhatun Nikmah dalam Program Oase di kanal YouTube Tribunnews.com, Jumat (4/6/2021).

Namun jika dari pinjaman online ini justru memberatkan pihak peminjam terlebih dari sisi kemanusiaan, maka pinjaman online ini tidak diperkenankan.

Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta, Roykhatun Nikmah, M.H ddsa
Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta, Roykhatun Nikmah, M.H

Baca juga: Guru Honorer Terlilit Pinjaman Online, Utang Rp3,7 Juta jadi Rp206 Juta, Ini Kisahnya

Karena akan menjadi tidak adil bagi peminjam serta menciptakan kesenjangan dalam hal ekonomi.

Halaman
1234
Penulis: Faryyanida Putwiliani
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas