Tribun

Bolehkah Berutang di Pinjaman Online Menurut Islam? Ini Penjelasannya

Berikut penjelasan hukum berhutang di pinjaman online menurut Islam dari Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta, Roykhatun Nikmah, M.H.

Penulis: Faryyanida Putwiliani
Editor: Tiara Shelavie
Bolehkah Berutang di Pinjaman Online Menurut Islam? Ini Penjelasannya
vestifinance.ru
Ilustrasi pinjaman online. Berikut penjelasan hukum berhutang di pinjaman online menurut Islam dari Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta, Roykhatun Nikmah, M.H. 

"Akan tetapi kita kembali lagi ketika satu kelebihan dari satu pokok pinjaman ini memberatkan dari sisi kemanusiaan, tidak adil bagi seorang peminjam."

"Nanti akan ada kesenjangan dalam hal ekonomi maka ini tidak diperkenankan. Jadi ini akan memberatkan dari sisi peminjamnya itu sendiri," terang dosen yang kerap disapa Ika ini.

Lebih lanjut, Ika menuturkan, sebelum menggunakan pinjaman online dianjurkan untuk mengecek terlebih dahulu.

Baca juga: Fintech Ilegal Makin Ugal-ugalan Berbisnis di Indonesia, Satgas Temukan Lagi 51 Pinjol Gelap

Apakah pinjaman online tersebut termasuk dalam naungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Karena jika sudah termasuk dalam naungan OJK, bunga yang dipersyaratkan yakni sebesar 0,8 persen.

"Hal yang perlu dilihat adalah apakah situs pinjaman online tersebut termasuk dalam naungan OJK."

"Kalau OJK, pinjaman online ini dipersyaratkan 0,8 persen untuk bunganya," pungkasnya.

Baca juga: Ketua Komisi X DPR: Kasus Guru Terlilit Pinjol Cermin Nasib Honorer di Indonesia

Guru Honorer Terlilit Pinjaman Online, Utang Rp3,7 Juta jadi Rp206 Juta

Dilansir Tribun Jateng, kisah seorang guru honorer SD yang terlilit pinjaman online kembali terjadi.

Kali ini datang dari wanita di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah berinisial AM.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas