Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Bursa Capres

Golkar Optimis Airlangga Hartarto Masuk Bursa Capres 2024

Golkar menjaga agar distorsi pengetahuan masyarakat antara tugas Airlangga sebagai Menko tidak terlalu jauh dengan keberadaan Airlangga sebagai Ketum

Golkar Optimis Airlangga Hartarto Masuk Bursa Capres 2024
Tribunnews.com/ Srihandriatmo Malau
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurul Arifinn 

"Ini bagi kami masih jadi tugas, karena beliau belum mau all out 100 persen, kita jg pelan-pelan namun pasti untul menaikan popularitas," ujarnya.

Dalam pertanyaan semi terbuka terakhir yang dilakukan SMRC, Prabowo Subianto masih mendapat atensi peringkat pertama di masyarakat yakni 21,5 persen suara.

Angka ini kurang lebih stabil selama 7 tahun. 

Sejumlah nama baru juga mendapat suara signifikan setelah Pilpres 2019, seperti Ganjar, Anies, Ridwan Kamil dan Risma.

Airlangga sendiri memperoleh suara 0,1 persen dari hasil survei SMRC terkait elit inti dan ketua partai.

Kendati demikian, pihaknya cukup optimis Menko Airlangga dapat masuk bursa Capres tahun 2024.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komisi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto melakukan kunjungan kerja ke Pulau Batam untuk menyerahkan PP KEK Batam Aero Technic dan KEK Nongsa Digital Park, Sabtu (12/6/2021).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komisi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto melakukan kunjungan kerja ke Pulau Batam untuk menyerahkan PP KEK Batam Aero Technic dan KEK Nongsa Digital Park, Sabtu (12/6/2021). (Istimewa)

"Kami cukup optimis, kerena pada akhirnya calon kandidat yang tidak memiliki partai juga akan menunggu dipinang (partai politik)," ujar Nurul.

"Jadi kuncinya adalah setiap calon layaknya harus mempunyai parpol, karena parpol ini adalah dukungan yang riil, signifikan, sistimatis secara terstruktur dari pusat hingga ke daerah bahkan ke desa," lanjutnya. 

Menurut Nurul, calon kandidat yang hanya mengandalkan popularitas tidak memiliki relevansi yang cukup kuat masyarakat akan memilih.

Hal ini menjadi tantangan bagi kandidat independen agar bisa dipinang partai politik.

Halaman
123
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas