Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pungli Mulai Diberantas setelah Arahan Jokowi, Pengamat: Harapan Kita, Ini Tak Sekadar Gimmick

Pungli dan premanisme dibongkar setelah terima arahan Jokowi, Peneliti ICW: Harapan Kita, Ini Tak Sekadar Gimmick.

Pungli Mulai Diberantas setelah Arahan Jokowi, Pengamat: Harapan Kita, Ini Tak Sekadar Gimmick
Tribunnews/HO/Biro Pers Setpres
Presiden Joko Widodo menelepon Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo saat berbincang dengan sejumlah sopir kontainer di perbatasan Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) dan Terminal Peti Kemas Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (10/6/2021). Presiden Jokowi mendengarkan langsung keluh kesah para sopir, terutama soal pungutan liar (pungli) dan tindakan premanisme. Saat itu juga Presiden Jokowi langsung menelepon Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk segera membereskan hal tersebut. Tribunnews/HO/Biro Pers Setpres 

TRIBUNNEWS.COM - Beberapa waktu lalu, praktik pungli oleh premanisme di Pelabuhan berhasil diringkus Polri setelah terima arahan langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menanggapi hal itu, Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana menyebut praktik pungli sama halnya dengan tindakan korupsi.

Di tahun 2016, kata Kurnia, Jokowi sempat melakukan hal yang sama.

Pada saat itu, Jokowi menelfon Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk memberantas pungli di beberapa pelabuhan.

"Kejadian ini bukan kali pertama. Di tahun 2016, pak Jokowi juga menyinggung pungli di pelabuhan, yang memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat itu."

Baca juga: Kapolri Bakal Koordinasi Kemenperin Soal Bahan Kimia yang Sering Digunakan Teroris

"Ketika Presiden menelepon Kapolri, malamnya langsung ada pelakunya," ucap Kurnia, dikutip dari program Mata Najwa, Rabu (16/6/2021).

Menyoroti dua kejadian itu, Kurnia menilai respon Jokowi sebagai presiden sangat lah dibutuhkan untuk menanggapi masalah-masalah lain.

"Respon presiden ini sebenarnya dibutuhkan untuk banyak hal, karena pungli terkait dengan pemberantasan korupsi juga," imbuh dia.

Akan tetapi, lanjut Kurnia, ada isu-isu lain yang tak mendapat respon cepat Jokowi seperti halnya soal pungli itu, seperti kasus penyiraman air kerasa pada penyidik KPK Novel Baswedan hingga polemik Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana berdiskusi dalam acara talkshow POLEMIK di d'consulate resto, Jakarta Pusat, Sabtu (7/9/2019). Talkshow ini memiliki tema KPK Adalah Koentji yang membahas tentang revisi Undang-Undang KPK yang sedang bergulir. TRIBUNNEWS.COM/IQBAL FIRDAUS
Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana berdiskusi dalam acara talkshow POLEMIK di d'consulate resto, Jakarta Pusat, Sabtu (7/9/2019). Talkshow ini memiliki tema KPK Adalah Koentji yang membahas tentang revisi Undang-Undang KPK yang sedang bergulir. TRIBUNNEWS.COM/IQBAL FIRDAUS (TRIBUN/IQBAL FIRDAUS)

Baca juga: Ribuan Pelaku Pungli Telah Ditangkap Polisi Sejak Kapolri Ditelepon Jokowi

Lebih lanjut, Kurnia melihat praktik pungli itu memperlihatkan pengawasan aparat keamanan tak berjalan semestinya.

Halaman
123
Penulis: Shella Latifa A
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas