Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Oksigen Langka, Menkes Budi Gunadi Sadikin Akui Ada Hambatan Distribusi

Kebutuhan oksigen medis melonjak seiring naiknya kasus baru Covid-19. Bahkan di beberapa daerah dilaporkan terjadi kelangkaan oksigen.

Oksigen Langka, Menkes Budi Gunadi Sadikin Akui Ada Hambatan Distribusi
Warta Kota/Nur Ichsan
Petugas Dishub Kota Tangerang, membantu mengantar dan mengambil serta mendistribusikan tabung oksigen medis dari Depot oksigen medis ke sejumlah puskesmas dan rumah singgah penanganan Covid-19 untuk mempercepat penanganan pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen medis untuk pernapasan. (Warta Kota/Nur Ichsan) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kebutuhan oksigen medis melonjak seiring naiknya kasus baru Covid-19. Bahkan di beberapa daerah dilaporkan terjadi kelangkaan oksigen.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui, krisis oksigen disebabkan rantai distribusi yang belum optimal.

“Kami menyadari ada isu terkait distribusi. Karena memang di Jawa Tengah adalah daerah paling sedikit produksi oksigennya, paling banyak di Jawa Barat dan Jawa Timur, jadi kita harus ada logistik yang disalurkan ke sana,” terangnya dalam konferensi pers, Senin (5/7/2021).

Baca juga: Kelangkaan Tabung Oksigen. Penjual: Baru 15 Tabung Datang, Langsung Diserbu Warga

Ia menambahkan, kesulitan berikutnya terjadi pada proses distribusi oksigen adalah kurang liquidnya proses pengisian oksigen.

Hal ini disebabkan karena banyak RS menggunakan tabung.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, dalam konferensi pers virtual bertajuk 'Layanan Telemedicine untuk Pasien Isoman', Senin (5/7/2021) pagi.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, dalam konferensi pers virtual bertajuk 'Layanan Telemedicine untuk Pasien Isoman', Senin (5/7/2021) pagi. (Capture zoom meeting)

Sehingga yang semula bisa dikirimkan dalam truk besar dan dipindahkan ke tanki besar, untuk kemudian disalurkan dalam jaringan oksigen, namun untuk saat ini harus dimasukkan ke dalam tabung-tabung. Ini turut mempengaruhi waktu pengisian oksigen.

*Memaksimalkan Kapasitas Produksi Oksigen Nasional*

Pemerintah tengah memaksimalkan kapasitas produksi oksigen nasional agar bisa dialihkan untuk memenuhi kebutuhan medis.

“Kami telah mendapatkan komitmen dari Kementerian Perindustrian agar konversi oksigen industri ke medis diberikan sampai 90%,” kata Menkes.

Halaman
12
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas