Tribun

Virus Corona

Kepala BNPT Minta Anggotanya Tunda Dinas ke Luar Kota di Masa PPKM Darurat

Boy menyampaikan seluruh anggotanya harus memiliki tenggang rasa di tengah kesulitan masyarakat dalam menghadapi Covid-19.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Dewi Agustina
Kepala BNPT Minta Anggotanya Tunda Dinas ke Luar Kota di Masa PPKM Darurat
Vincentius Jyestha
Boy Rafli Amar 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar meminta anggotanya untuk menunda dinas ke luar kota di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Boy menyampaikan seluruh anggotanya harus memiliki tenggang rasa di tengah kesulitan masyarakat dalam menghadapi Covid-19.

"Kita kan harus punya tenggang rasa kepada daerah. Jadi ditunda sementara," kata Boy dalam diskusi daring 'Podcast Toleransi edisi HUT BNPT ke-11', Jumat (16/7/2021).

Lagi pula, ia menyebutkan perjalanan dinas di tengah penyebaran Covid-19 juga dinilai tidak aman. Dia mencontohkan kasus ketika dirinya akan melakukan perjalanan dinas ke Sulawesi Tengah.

Ketika itu, ada sejumlah pegawainya ternyata positif Covid-19 yang harus menjalani isolasi mandiri maupun perawatan di rumah sakit.

Baca juga: Rajin Olahraga Hingga Berjemur, Cara Kepala BNPT Boy Rafli Amar Jaga Kebugaran Fisik Cegah Covid-19

Atas dasar itu, hal ini menjadi kehati-hatian agar tak menjadi episentrum penularan Covid-19.

"Jangan masyarakat menjadi korban dari kegiatan yang kita bikin kemudian masyarakat menghadapi kendala dan terpapar. Itu kita tidak inginkan. Yang hari ini harus kita dukung adalah bagaimana kekuatan negara kita yang dipimpin oleh Bapak Presiden berhasil menghadapi ujian dari pandemi Covid-19 ini," jelasnya.

Namun demikian, pihaknya berupaya untuk tetap melakukan kegiatan kontra radikalisme di daerah yang tidak menerapkan PPKM Darurat.

"Tapi insyaAllah di daerah-daerah yang tidak menerapkan PPKM darurat kita akan berkunjung untuk melakukan aktivitas-aktivitas kontra radikalisme yang sudah terprogram," ujarnya.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas