Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Seleksi Kepegawaian di KPK

18 Pegawai KPK yang Ikut Diklat Bela Negara Tetap Perjuangkan Nasib Koleganya

Sebanyak 18 pegawai nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini sedang mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) bela negara

18 Pegawai KPK yang Ikut Diklat Bela Negara Tetap Perjuangkan Nasib Koleganya
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK): Sebanyak 18 pegawai nonaktif KPK kini sedang mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) bela negara serta wawasan kebangsaan bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 18 pegawai nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini sedang mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) bela negara serta wawasan kebangsaan bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Mereka mengikuti pendidikan tersebut agar bisa menjadi aparatur sipil negara (ASN), yang sebelumnya gagal lewat asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK).

Adapun, harusnya terdapat 24 pegawai nonaktif yang diberi kesempatan oleh KPK.

Namun, hanya 18 pegawai tersebut yang menyatakan bersedia mengikuti diklat.

Salah satu pegawai yang mengikuti diklat, Penyidik nonaktif KPK Hasan, memastikan bahwa ke-18 pegawai tetap memperjuangkan nasib koleganya yang tak lulus TWK.

"Kami semua keluarga besar KPK, tentu akan berusaha semaksimal mungkin agar kami semua bisa kembali bekerja di lembaga yang kami cintai," kata Hasan kepada Tribunnews.com, Senin (26/7/2021).

Baca juga: Polemik Pegawai KPK Tak Lolos TWK, Akademisi: Tempuh Jalur Hukum Jika Merasa Dirugikan

Hasan pun sedikit bisa bercerita kenapa ia memilih untuk mengikuti diklat.

Katanya, dia dan sebagian dari pegawai nonaktif ingin segera kembali mengabdi di KPK.

Meski demikian, ada alasan lain yang tidak bisa diutarakan Hasan, mengapa ia memilih ikut pembinaan.

"Iya benar memang beda-beda, ada yang pingin segera bekerja mengabdi di KPK lagi, maupun alasan pribadi yang saya tidak tahu. Kalau alasan saya selain itu, ada alasan lain yang sifatnya sangat personal," tutur Hasan yang kini sedang mengkuti diklat di Universitas Pertahanan RI, Sentul, Bogor sejak 22 Juli hingga 30 Agustus 2021 nanti.

Seperti diketahui, dari 75 pegawai KPK tak lulus TWK, 51 di antaranya mendapat cap merah, yang artinya tidak memenuhi kualifikasi.

Baca juga: KPK Terbitkan Surat Edaran Minta Industri Jasa Keuangan Kendalikan Gratifikasi

Sedangkan, 24 pegawai lainnya mendapat kesempatan mengikuti diklat bela negara dan wawasan kebangsaan agar bisa menjadi ASN, meski masih ada potensi diberhentikan jika tidak lulus.

Dari situ, tersaring hanya 18 pegawai yang menyatakan kesediaannya.

Sementara, enam pegawai lainnya memustuskan tidak mengikuti diklat.

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas