Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Hati-hati, Tabung Pemadam Kebakaran Diubah Jadi Tabung Oksigen, Polda Metro Jaya: Bahaya!

Kabid Humas Polda Metro Jaya,Kombes Yusri Yunus mengatakan tabung pemadam kebakaran diubah jadi tabung oksigen,sangat membahayaka bagi pasien

Hati-hati, Tabung Pemadam Kebakaran Diubah Jadi Tabung Oksigen, Polda Metro Jaya: Bahaya!
Ist
Polda Metro Jaya melalui Ditreskrimsus mengungkap kasus pemalsuan tabung oksigen untuk kebutuhan terkait penanganan Covid-19. 

TRIBUNNEWS.COM - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan tabung pemadam kebakaran yang diubah menjadi tabung oksigen untuk merawat pasien Covid-19, sangat membahayakan.

Meski isinya sudah diganti oksigen, namun tetap masih terdapat sisa-sisa CO2 yang masih tertinggal di dalam tabung.

Mengingat, kata Yusri, isi dari tabung pemadam kebakaran biasanya berisi CO2 atau serbuk-serbuk memadamkan api.

Sehingga, sangat membahayakan apabila sisa-sisa serbuk pemadam api dihirup oleh pasien.

Hal tersebut diungkap Yusri saat pihaknya mengungkap kasus pemalsuan tabung oksigen di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (30/7/2021).

Baca juga: Persediaan Tabung Oksigen Langka, Calo Jual dengan Harga Berkali-kali Lipat

Baca juga: Sebaran Corona di 34 Provinsi Indonesia 30 Juli 2021, Terbanyak Jawa Barat Sumbang 6.912 Kasus

Tabung tersebut, dikatakan Yusri, dicat memakai warna putih, lalu kemudian CO2 dikeluarkan, dan diisi dengan kandungan oksigen.

"Ini kan bisa membahayakan, karena bukan tabung oksigen, tapi untuk pemadam kebakaran atau APAR, seperti yang ada di depan ini. Sebenarnya tabung ini warnanya merah. Isinya biasanya CO2 atau serbuk serbuk memadamkan api," kata Yusri dikutip Tribunnews.com, Jumat (30/7/2021).

Dalam kasus ini, Polda Metro Jaya melalui Ditreskrimsus telah mengamankan satu orang berinisial WS alias KR.

Menurut pengakuan WS, setelah tabung diisi oksigen, WS menjual tabungnya itu di media sosial dengan harga yang dinaikkan berkali-kali lipat.

Bahkan dapat mencapai Rp 5 juta per tabung, dari harga biasanya yakni Rp 750 ribu.

Baca juga: Kapolda Metro Targetkan 3 Juta Warga DKI Divaksin Dalam Vaksinasi Merdeka

Halaman
123
Penulis: Galuh Widya Wardani
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas