Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

HUT Kemerdekaan RI

Sejarah Bendera Merah Putih hingga Larangan Terhadap Perlakuan Bendera Indonesia

Oleh karena itu, mengibarkan bendera merah putih di depan rumah, kantor dan lainnya di awal Agustus sangat perlu dilakukan.

Sejarah Bendera Merah Putih hingga Larangan Terhadap Perlakuan Bendera Indonesia
Kemdikbud RI
Berikut adalah sejarah Bendera Merah Putih, tata cara penggunaan dan larangan terhadap perlakuan Bendera Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM - Momentum bulan Agustus tentunya menjadi fakta sejarah di bulan tersebut di dalamnya ada hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Oleh karena itu, mengibarkan bendera merah putih di depan rumah, kantor dan lainnya di awal Agustus sangat perlu dilakukan.

Dikutip dari Kemdikbud, kelahiran bendera merah putih diawali dari janji Jepang untuk memberi kemerdekaan pada Indonesia pada tanggal 7 September 1944.

Setelah memberikan janjinya, Chuoo Sangi In (badan pembantu kemerdekaan yang beranggotakan orang Indonesia dan Jepang) mengadakan sidang tak resmi pada tanggal 12 September 1944 yang dipimpin oleh Ir. Soekarno.

Sidang tersebut membahas penggunaan bendera dan lagu kebangsaan yang sama di seluruh Indonesia.

Baca juga: Bendera Merah Putih: Sejarah, Tata Cara Penggunaan, dan Larangannya

Baca juga: Cara Membuat Link Twibbon Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-76 RI

Sidang ini juga menghasilkan panitia bendera merah putih dan panitia lagu Indonesia Raya.

Seperti yang kita semua ketahui, yang menjahit Sang Saka Merah Putih pertama kali adalah ibu Fatmawati.

Sejarah singkat Bendera Merah Putih

Mengutip Kemdikbud RI, yang menjahit Bendera Merah Putih adalah Fatmawati, setelah dia dan keluarganya kembali ke Jakarta dari pengasingan di Bengkulu.

Latar belakang kelahiran Bendera sang Saka Merah Putih terkait izin kemerdekaan dari Jepang pada 7 September 1944.

Halaman
1234
Penulis: Nadine Saksita Christi
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas