Tribun

Virus Corona

Data Kematian Hilang, Legislator PKS Nilai Penanganan Pandemi Makin Suram

Mufida khawatir, jika ke depan ada kesalahan lain dalam input data, semua indikator penanganan Covid-19 berpeluang dihilangkan.

Penulis: chaerul umam
Editor: Sanusi
Data Kematian Hilang, Legislator PKS Nilai Penanganan Pandemi Makin Suram
Tribunnews/Ferryal Immanuel
ilustrasi: Pemerintah menghilangkan angka kematian dari indikator data penanganan Covid-19. Pemerintah beralasan, dihilangkannya laporan angka kematian karena ada kesalahan input data dalam beberapa pekan terakhir. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah menghilangkan angka kematian dari indikator data penanganan Covid-19.

Pemerintah beralasan, dihilangkannya laporan angka kematian karena ada kesalahan input data dalam beberapa pekan terakhir.

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati mengatakan angka kematian adalah satu data penting dalam menakar sejauh mana kebijakan penanganan Pandemi Covid-19 berjalan.

Baca juga: Banyak Pelaporan yang Dicicil, Alasan Dikeluarkannya Angka Kematian dari Indikator Level PPKM

Jika dihilangkan, maka proses penanganan pandemi ke depan akan semakin suram.

Dia juga mengkritisi alasan dibalik penghilangan angka kematian karena kesalahan input data.

Mufida khawatir, jika ke depan ada kesalahan lain dalam input data, semua indikator penanganan Covid-19 berpeluang dihilangkan.

Baca juga: Update Corona Global 12 Agustus 2021: Kasus Aktif Covid-19 Indonesia Terbanyak No 8 di Dunia

"Kalau memakai logika pemerintah karena salah input data, khawatirnya semua indikator punya peluang dihilangkan. Misalnya angka positive rate, BOR dan angka testing yang menjadi standar WHO. Alasan input data menjadi tidak masuk akal karena kebijakan kita di semua lini kerap bermasalah soal data," kata Mufida dalam keterangannya, Kamis (12/8/2021).

Baca juga: Kemenkes: Lonjakan Angka Kematian Covid-19 Akibat Update Data yang Terlambat

Mufida menambahkan, bila data kematian dihilangkan bisa mengurangi kewaspadaan publik akan ancaman dan bahaya Covid.

Dia mengatakan saat ini kesadaran publik akan bahaya pandemi tengah meningkat ditunjukkan dengan antusiasme vaksinasi di berbagai daerah.

Halaman
12
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas