Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Mahasiswa Ultimatum Komisi XI Dalam Polemik Seleksi Calon Anggota BPK

BEM Perguruan Tinggi Agama Islam se-Indonesia mengultimatum Komisi XI DPR RI agar mematuhi konstitusi dalam seleksi Anggota BPK RI.

Mahasiswa Ultimatum Komisi XI Dalam Polemik Seleksi Calon Anggota BPK
Istimewa
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Agama Islam se-Indonesia mengultimatum Komisi XI DPR RI agar mematuhi konstitusi dalam seleksi Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Agama Islam se-Indonesia mengultimatum Komisi XI DPR RI agar mematuhi konstitusi dalam seleksi Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Hal itu setelah mengetahui polemik yang terjadi dalam proses seleksi, di mana Komisi XI tetap mengikutsertakan dua nama yang tak memenuhi syarat, yakni Harry Zacharias Soeratin dan Nyoman Adhi Suryadnyana.

Ditambah, proses uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI yang rencananya digelar secara tertutup.

Baca juga: Respons Pimpinan DPR Soal 2 Nama Tak Penuhi Syarat Tetap Ikut Uji Kelayakan Calon Anggota BPK

Sekjen BEM PTAI Yayan Septiadi mengatakan pihaknya akan menduduki Gedung DPR RI jika Komisi XI masih kekeh pada keputusannya

“Ini merupakan seruan moral dan ajakan kepada seluruh mahasiswa agar memperhatikan fenomena pelanggaran UU yang secara terang benderang dipertontonkan oleh para politisi Komisi XI,” kata Yayan Septiadi di Jakarta, Rabu (8/9/2021).

Yaya menilai bahwa BPK adalah lembaga tinggi negara yang harus dijaga marwah dan martabatnya.

Sebab, tugas dan kewenangan BPK sangat strategis dalam memeriksa seluruh keuangan negara.

“BPK sangat penting peranannya dalam pencegahan korupsi dan audit keuangan negara. Jangan kotori proses rekrutmen pejabat BPK dengan siasat jahat dari para politisi Komisi XI,” tambah Yayan.

Baca juga: Besok, Uji Kelayakan Calon Anggota BPK Digelar di Komisi XI DPR Secara Tertutup

Dalam proses seleksi Anggota BPK RI, Yayan mengatakan pihaknya mencatat kejanggalan-kejanggalan yang dilakukan Komisi XI

"Komisi XI DPR telah menabrak ketentuan perundang-undangan dalam seleksi Anggota BPK, yaitu UU 15/2006 tentang BPK Pasal 13 huruf j. Karena telah meloloskan Harry Z Soeratin dan Nyoman Adhi Suryadnyana yang mana tidak memenuhi persyaratan karena belum dua tahun meninggalkan jabatan selaku pejabat pengelola keuangan negara," kata Yayan.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas