Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Gerakan Nasional Pilah Sampah dari Rumah dapat Penghargaan Original Rekor Indonesia

Pilah sampah dari rumah adalah bagian penting dalam mata rantai ekonomi sirkular meningkatkan tingkat pengumpulan dan kualitas hasil pengumpulan.

Gerakan Nasional Pilah Sampah dari Rumah dapat Penghargaan Original Rekor Indonesia
Istimewa
REKOR MURI - Ronald Atmadja, Sustainability Director PT Tirta Fresindo Jaya (kiri) dan Rosa Vivien Ratnawati, Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Indonesia di acara seremoni kegiatan Aksi bersih-bersih serentak sedunia (World Cleanup Day) di kantor Walikota Jakarta Selatan akhir pekan lalu 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kegiatan Aksi bersih-bersih serentak di dunia (World Cleanup Day) kembali digelar Lions Club tahun ini.

World Cleanup Day adalah sebuah gerakan sosial yang bertujuan mengajak dan mengedukasi masyarakat untuk memiliki kesadaran membersihkan, menjaga dan memelihara lingkungan mulai dari diri sendiri, rumah dan masyarakat.

Aksi bersih-bersih tahun ini merupakan aksi bersih-bersih yang keempat kalinya yang dilakukan oleh Lions Club sejak tahun 2017.

Liana Trisnawati, Ketua Komite Lingkungan Lions Clubs mengatakan, tema dari Aksi Bersih-Bersih tahun ini adalah Pilah Sampah dari Rumah yang berarti memberikan edukasi dan kesadaran kepada masyarakat bahwa menanggulangi masalah sampah dapat dilakukan dengan cara memilah sampah dari rumah.

Baca juga: Pemprov DKI Cari Solusi Terkait Habisnya Kontrak Pembuangan Sampah di TPST Bantargebang

Baca juga: Punya Nilai Ekonomis Tinggi, Sampah Plastik Jenis PET Bisa Didaur Ulang

"Gerakan Nasional Pilah Sampah dari Rumah menjadi tema WCD tahun ini mengingat situasi dan kondisi masih dalam pandemi COVID 19, sehingga kegiatan aksi bersih bersih ini dilakukan dari rumah masing-masing yaitu masyarakat melakukan pemilahan sampah di rumah kemudian dikumpulkan dan dibawa ke Bank Sampah untuk ditimbang," kata Liana dalam keterangannya, Selasa (21/9/2021).

Kegiatan Pilah Sampah dari Rumah ini juga menjadi gerakan nasional dengan jumlah peserta sebanyak 300 orang dikordinir oleh Lions Club Distrik 307 A1 dan Bank Sampah serta perusahaan daur ulang di DKI Jakarta yang di ikuti oleh 100.000 orang yang tersebar di 6 (enam) wilayah DKI Jakarta yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.

“Sudah saatnya kita bicara tentang mari kita pilah sampah dari rumah.

Bagaimana meningkatkan bank sampah dan bagaimana sampah itu terkelola. Bagaimana sampah jadi bahan baku daur ulang yang mandiri, tidak impor lagi. Mari kita gunakan sampah sebagai sesuatu yang meningkatkan nilai ekonomi sirkular.

Baca juga: Riset LPPM ITB: Sampah Rumah Tangga Penyumbang Terbesar Limbah di DKI Jakarta

Tentu ini semua membutuhkan dukungan semua pihak, seperti yang sudah dilakukan juga oleh Le Minerale yang memang cepat sekali berdiskusi dengan kami dan langsung mengeksekusi kegiatan-kegiatan pemilahan sampah,” ujar Rosa Vivien Ratnawati selaku Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3).

Halaman
12
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas