Tribun

Hari Kesaktian Pancasila

Yasin, Saksi Hidup Aktivitas Pemuda Rakyat dan Gerwani di Lubang Buaya: Trauma G30S/PKI Belum Hilang

Sebelum peristiwa 30 September 1965, PKI menggelar beberapa persiapan yaitu melatih Pemuda Rakyat dan Gerwani.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
Yasin, Saksi Hidup Aktivitas Pemuda Rakyat dan Gerwani di Lubang Buaya: Trauma G30S/PKI Belum Hilang
Wikimedia Commons
Peresmian organisasi Gerwani, 25 Januari 1954. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peristiwa makar terhadap negara pemberontakan Gerakan 30 September 1965 atau G30S/PKI masih menyisakan luka mendalam bagi Yasin (71).

Yasin adalah saksi sejarah kelam Gestapu yang sampai saat ini masih hidup. menceritakan rasa trauma yang kini dialami warga Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Saat peristiwa Gestapu terjadi, Yasin masih duduk di kelas 3 Sekolah Dasar.

Penggerebekan yang dilakukan anggota PKI bersenjata ke perkampungan membuat warga ketakutan.

"Penggerebekan besar-besaran membuat trauma warga sekitar," kata Yasin mengisahkan pengalamannya kepada Tribun Network, Kamis (30/9/2021).

Yasin menuturkan pada zamannya warga kampung tidak paham apa yang sebenarnya terjadi.

Yasin (71), saksi sejarah Gerakan 30 September PKI (G30S/PKI).
Yasin (71), saksi sejarah Gerakan 30 September PKI (G30S/PKI). (Tribunnews.com/ Reynas Abdila)

Menurut dia, saat itu sulit membedakan mana PKI dan mana Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD).

"Orang kampung di sini ibaratnya bodoh dan tidak mengerti persoalan begitu," ucap Yasin yang dulunya berprofesi penjual papan penggilasan.

Ia tidak menampik banyak warga yang dihasut untuk menjadi anggota PKI. Namun, menurutnya, tidak ada satupun warga yang menyiyakan ajakan itu.

Baca juga: Dudung: Jangan Alihkan ke PKI yang Sudah Dibubarkan, Dihembuskan Lagi Seakan-akan Itu Ada. . .

Halaman
1234
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas