Tribun

Selamat Hari Batik Nasional, Simak Sejarah Batik, dan Jenis Batik Indonesia yang Jarang Diekspos Ini

Berikut ini sejarah batik dan hari batik nasional, serta jenis batik daerah yang jarang diekspos, mulai dari batik pesisir hingga batik Tulungagung.

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Daryono
zoom-in Selamat Hari Batik Nasional, Simak Sejarah Batik, dan Jenis Batik Indonesia yang Jarang Diekspos Ini
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Perajin batik tengah menyelesaikan pembuatan batik tulis di Kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat. 

Menilik dari sejarah tersebut, maka batik merupakan budaya kerajaan yang tradisi pembuatan dan kegunaan batik meliputi wilayah kerajaan.

Sehingga, secara tidak langsung, batik menjadi simbol 'ningrat' atau kebangsawanan Jawa.

Baca juga: Patut Ditiru, Resep Rahasia Batik Ruzza Bisa Tembus ke Pasar Internasional

Batik hanya digunakan oleh para raja dan pembesar kerajaan.

Namun, para rakyat pada zaman dahulu mulai meniru motif batik dan menjadi pekerja yang membuat batik, terutama kaum perempuan.

Seiring perkembangan zaman, kini kegunaan batik kian meluas.

Semua orang boleh mengenakan batik, bahkan batik menjadi warisan budaya yang wajib dijaga dan dilestarikan.

Teknik membuat batik sebenarnya sudah ada sejak seribu tahun silam dan diperkirakan berasal dari Mesir Kuno atau Sumeria.

Kemudian, teknik ini menyebar ke beberapa negara, termasuk Indonesia, China, Afrika, dan Ukraina.

Meski batik sudah menjadi warisan budaya Indonesia, namun belum ada literatur pasti yang dapat membuktikan awal kemunculan batik di dunia.

Sementara itu, batik khas Indonesia pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat dunia oleh Presiden kedua RI, Soeharto, ketika menghadiri konferensi PBB.

Sebelumnya, Soeharto kerap memberikan kain batik sebagai oleh-oleh untuk tamu negara.

Setelah itu, batik didaftarkan mendapat Intangible Cultural Heritage di UNESCO pada 4 September 2008.

Kemudian, batik diterima secara resmi oleh UNESCO saat masa pemerintahan Presiden SBY pada 9 Januari 2009.

Batik dikukuhkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi setelah sidang keempat UNESCO di Abu Dhabi pada 2 Oktober 2009.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas