Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Komponen Cadangan Disebut Bisa Didayagunakan Hadapi Ancaman Militer Kontemporer

peneliti Lesperssi Beni Sukadis mengatakan Komcad dapat digunakan untuk menghadapi ancaman militer kontemporer.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Komponen Cadangan Disebut Bisa Didayagunakan Hadapi Ancaman Militer Kontemporer
Tangkap layar YouTube Sekretariat Presiden
3.103 komponen cadangan 2021 di Pusdiklatpassus, Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menetapkan sebanyak 3.103 orang sebagai anggota komponen cadangan (Komcad) 2021 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus), Bandung Barat, Kamis (7/10/2021).

Terkait hal itu, peneliti Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia (Lesperssi) Beni Sukadis mengatakan Komcad dapat digunakan untuk menghadapi ancaman militer kontemporer

"Indonesia saat ini sedang serius menghadapi ancaman militer kontemporer. Jadi keberadaan komponen cadangan sejalan dengan kebutuhan pertahanan nasional dalam mengantisipasi ancaman militer kontemporer," ujar Beni, ketika dihubungi, Jumat (8/10/2021).

Menurut Beni, Indonesia saat ini tengah menghadapi beberapa ancaman kontemporer.

Salah satunya adalah potensi konflik di Laut China Selatan. 

Komcad dinilai dia bisa didayagunakan sebagai komponen yang mendukung TNI dalam menangani ancaman-ancaman tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Terutama dalam konteks psikologi operasi.

"(Yang dapat dilakukan komcad) dengan melakukan konter kampanye tentang proyeksi kapabilitas militer kita di Natuna dan sekitarnya," katanya.

Baca juga: Punya Ribuan Anggota, Apa Beda Pasukan Komcad dengan TNI? Bagaimana Cara Bergabung ke Komcad?

Selain itu, kata Beni, ancaman kontemporer lainnya adalah spionase asing.

Komcad merupakan jawaban guna melindungi Tanah Air dari spionase asing ataupun para peretas. 

"Dan perlindungan dari hacker (peretas) atau spionase asing dengan keberadaan mereka dan kapasitas sesuai profesinya," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja menetapkan Komponen Cadangan (Komcad) TNI Tahun 2021 pada Kamis (7/10).

Upacara penetapan Komcad dipimpin oleh Presiden Jokowi di Lapangan Terbang Suparlan, Pusat Pendidikan dan Latihan Pasuskan Khusus (Pusdiklatpassus) Kopassus, Batujajar, Bandung Barat.

Mengutip laman Kementerian Pertahanan (Kemhan), ada sebanyak 3.103 orang yang ditetapkan dalam Komcad TA 2021 ini.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas