Tribun

Virus Corona

PPKM Skala Mikro Dinilai Strategi yang Paling Tepat Tangani Covid-19 di Indonesia

Keberhasilan ini tak lepas dari kerjasama pemerintah bersama masyarakat, TNI dan Polri.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Hasanudin Aco
PPKM Skala Mikro Dinilai Strategi yang Paling Tepat Tangani Covid-19 di Indonesia
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Anggota Kepolisian berpakaian hazmat menjaga demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di sekitar patung Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat, Rabu (6/10/2021). Polisi membubarkan demonstrasi belasan aktivis BEM SI yang akan memperingati setahun pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja karena Jakarta masih berada pada PPKM level 3. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Pengendalian Covid-19 di Indonesia terus  membaik.

Sejumlah negara memuji penurunan kasus terkonfirmasi positif di Tanah Air.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19 Alexander Ginting mengatakan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro merupakan strategi yang paling berhasil selama penanganan Covid-19 di Indonesia.

Ia mengatakan, sejak Maret 2020 terdapat sejumlah kebijakan yang diterapkan pemerintah dimulai dari PSBB, PSBB yang dilonggarkan, PPKM berjilid hingga PPKM skala mikro.

"Akhirnya kita di bulan Januari ada PPKM 1 PPKM 2, kemudian skala mikro dan ternyata instrumen kita ini ternyata yang paling cocok untuk masyarakat Indonesia," ujarnya dalam dialoh FMB 9 virtual, Selasa (12/11/2021).

Baca juga: PPKM Level 3 di Jakarta Berlangsung Lama, Satgas Covid-19 Ungkap Alasannya

Menurutnya keberhasilan ini tak lepas dari kerjasama pemerintah bersama masyarakat, TNI dan Polri.

"Penanganan Covid-19 sampai ke level keluarga melalui pos desa dan pos kekeluargaan ini mungkin yang tidak dilihat di negara lain. Jadi perjuangan bukan melawan musuh tapi melawan virus," imbuhnya.

Meski diakuinya penanganan Covid-19 melalui kebijakam PPKM skala mikro membutuhkan waktu namun hasilnya terbilang baik.

"Tidak sangka menjadi terbukti memberikan dampak yang baik walaupun secara bertahap tapi kita lihat waktu itu lonjakan kasus pada bulan Juli, lalu kita PPKM darurat bulan Juli, di bulan September kita sudah mulai terjadi pelonggaran dan di bulan 10 ini kita sudah melihat banyak kabupaten kota yang sudah PPKM level 1 dan 2," ujarnya.

"Ini suatu prestasi yang luar biasa hanya dalam hitungan bulan melihat berbagai luasnya Indonesia ada yang di pulau-pulau ada yang di pulau besar ada daerah terkecil tapi ternyata kita bisa melakukan pembatasan," lanjut Alexander.

Dalam posisi landainya kasus dan pencapaian PPKM pada level 1 dan 2 diharapkan masyarakat tidak boleh lengah.

Tetap harus waspada, demikian juga pemerintah dengan rumah sakit harus tetap pada kesiapannya.

"Tempar isolasi terpusat dan posko PPKMp harus tetap bekerja. Kita harus mengawal PPKM ini. Jangan sampai terjadi lonjakan kasus itu kembali," pesannya.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas