Tribun

Azis Syamsuddin Tersangka

KPK Tegaskan Tak Ada Orang Bekingan Azis Syamsuddin di Internal, Minta Novel Serahkan Bukti

KPK menegaskan dugaan 8 orang bekingan Azis Syamsuddin di internal KPK tidak benar, minta Novel Baswedan serahkan bukti.

Penulis: Shella Latifa A
Editor: Wahyu Gilang Putranto
KPK Tegaskan Tak Ada Orang Bekingan Azis Syamsuddin di Internal, Minta Novel Serahkan Bukti
Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Deputi Penindakan KPK, Karyoto. 

TRIBUNNEWS.COM - Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Karyoto memberi tanggapan soal dugaan ada orang dalam alias bekingan eks Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin di dalam internal KPK.

Karyoto pun menegaskan bahwa dugaan tersebut tidak lah benar.

Ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan sejak awal soal adanya bekingan Azis itu.

"Di tahap sebelum teman-teman masuk TWK itu, sudah memeriksa. Nama-nama di situ tidak ada."

"Yang dikatakan Novel (Baswedan) itu ada tujuh kalau enggak salah. Itu siapa aja? enggak ada," jelas Karyoto dalam konferensi persnya, dikutip dari kanal YouTube KPK, Jumat (15/10/2021).

Baca juga: Pakai Rompi Oranye KPK Umumkan Akbar Tandaniria Adik Eks Bupati Lampura Sebagai Tersangka

Diketahui, mantan penyidik senior KPK Novel Baswedan sempat mengaku tahu adanya 8 orang bekingan Azis di KPK.

Untuk itu, Karyoto meminta Novel untuk memberikan alat bukti valid siapa orang dalam yang dimilii Azis.

"Sehingga kalau Novel mau ini seharusnya dari awal buktinya apa? Kami sempat bertanya yang mana? Siapa?" ucap dia.

"Makanya saya enggak tahu ini hanya untuk meramaikan atau apa, tapi kalau punya bukti silahkan saja serahkan pada kami. Kami dengan senang hati akan mempelajari," tambah dia.

Deputi Penindakan KPK, Karyoto (kiri) memberikan keterangan pers terkait penahanan tersangka mantan Bupati Kepulauan Talaud, Sri Wahyumi Maria Manalip, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (29/4/2021). KPK kembali menahan mantan Bupati Kepulauan Talaud, Sri Wahyumi Maria Manalip terkait dugaan tindak pidana korupsi penerimaan gratifikasi oleh penyelenggara negara terkait proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Talaud tahun 2014-2017. Tribunnews/Irwan Rismawan
Deputi Penindakan KPK, Karyoto (kiri) memberikan keterangan pers terkait penahanan tersangka mantan Bupati Kepulauan Talaud, Sri Wahyumi Maria Manalip, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (29/4/2021). KPK kembali menahan mantan Bupati Kepulauan Talaud, Sri Wahyumi Maria Manalip terkait dugaan tindak pidana korupsi penerimaan gratifikasi oleh penyelenggara negara terkait proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Talaud tahun 2014-2017. Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Baca juga: KPK dan Kementerian ATR/BPN Sepakat Tutup Celah Korupsi Sektor Pertanahan

Sebelumnya, Azis Syamsuddin juga membantah terkait dugaan dirinya memiliki orang dalam di internal KPK.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas