Tribun

Pemilu 2024

80% Responden Tak Mau Pemilu Diundur 2027 dan Tetap Pertahankan Masa Jabatan Presiden 2 Periode

SMRC menyebutkan sebanyak lebih dari 80 persen responden surveinya tidak menginginkan perpanjangan masa jabatan 3 periode

Penulis: Galuh Widya Wardani
Editor: Garudea Prabawati
80% Responden Tak Mau Pemilu Diundur 2027 dan Tetap Pertahankan Masa Jabatan Presiden 2 Periode
Tangkap Layar Kompas Tv
Hasil Survei Terkai Pemilu 2024 diundur 2027 oleh SMRC (Tangkap Layar Kompas Tv) Jumat, 15/10/2021 

TRIBUNNEWS.COM- Direktur Eksekutif Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Sirojudin Abbas menyebutkan sebanyak lebih dari 80 persen responden surveinya tidak menginginkan perpanjangan masa jabatan 3 periode.

Mereka (para responden) meminta masa jabatan presiden tetap mengacu pada aturan yang berlaku, yakni maksimal 2 periode atau 2 kali 5 tahun.

Hal tersebut disampaikan oleh Abbas dalam rilis survei yang disiarkan secara Kompas Tv, Jumat (15/10/2021).

"Dalam survei nasional SMRC juga merekam tanggapan responden atas adanya isu perpanjangan masa jabatan presiden. Hasilnya sebanyak 84 persen responden mengiginkan aturan masa jabatan presiden saat ini yaitu maksimal 2 x 5 tahun harus tetap dipertahankan," terang Abbas.

Meski begitu, menurut data sebanyak 12 persen responden yang berpendapat bahwa aturan tersebut harus diubah, sedangkan 5 persennya lagi tidak menjawab.

Baca juga: Perseteruan DPP PDIP dan Kader Pendukung Ganjar, Rawan Dimanfaatkan Lawan Politik

Baca juga: Rocky Gerung Sebut Pemilu 2024 Bakal Jadi Kandang Peternakan Para Oligarki

Selain melakukan survei tanggapan mengenai masa jabatan presiden, SMRC juga melakukan survei terkait isu usulan pemilu diundur 2027.

Atas survei ini sebanyak 82 persen responden tidak setuju dan pemilu harus tetap dilakukan di tahun 2024.

Sementara responden yang setuju hanya 13 persen.

Hasil Survei Terkai Pemilu 2024 diundur 2027
Hasil Survei Terkai Pemilu 2024 diundur 2027 oleh SMRC (Tangkap Layar Kompas Tv) Jumat, 15/10/2021

"Responden juga diminta menanggapi adanya usulan pemilu diundur 2027. SMRC menyebut ada dua skenario yang ditanyakan, yakni karena pandemi belum ada tanda-tanda kapan akan berakhir maka pemilu 2024 diundur ke 2027, termasuk masa jabatan pejabat saat ini diperpanjang hingga 2027," terang Abbas.

Oleh karena itu, sebagian besar masyarakat mengatakan bahwa aturan yang ada di UUD 1945 tidak perlu diubah atas alasan apapun.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas