Tribun

Kepala BNPB Tekankan Pentingnya Pelestarian Alam Sekitar DAS untuk Cegah Bencana Alam

Oleh karena itu, Ganip menegaskan beberapa hal penting yang harus dilakukan dalam rangka meningkatkan daya dukung lingkungan pada DAS. 

Penulis: chaerul umam
Editor: Malvyandie Haryadi
Kepala BNPB Tekankan Pentingnya Pelestarian Alam Sekitar DAS untuk Cegah Bencana Alam
istimewa/BNP
Kepala BNPB sekaligus Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Ganip Warsito (kiri). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulngan Bencana (BNPB) Pusat, Letjen TNI Ganip Warsito menegaskan pentingnya aktivitas pengelolaan dan pelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk menghindari ancaman bencana alam yang dapat dicegah. 

Untuk itu, Ganip menekankan pentingnya daya dukung lingkungan melalui kebijakan pembangunan yang pro lingkungan, juga kebiasaan dan budaya masyarakat setempat. 

Penegasan disampaikan Ganip Warsito dalam arahannya saat pada Temu Komunitas Peduli Sungai di Kampus IAIN, Kota Ambon, Provinsi Maluku, Selasa (19/10/2021). 

Hadir dalam acara tersebut Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn)  Murad Ismail, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Lucky Wattimury, Rektor IAIN Ambon Dr. Zainal Abidin Rahawarin, dan Jajaran BNPP/SAR Maluku, Kepala Bakamla, Walikota Ambon serta Komunitas Peduli Sungai Maluku.

Baca juga: Kepala BNPB Sebut Evakuasi Korban dan Kelompok Rentan Jadi Prioritas Penanganan Gempa Karangasem

"Berbicara tentang daya dukung lingkungan, maka sangat terkait dengan kebijakan pembangunan dan implementasinya, terkait juga dengan kebiasaan dan budaya masyarakat, serta kerentanan bencana lainnya," ucap Ganip. 

Menurut mantan Kasum TNI ini, selain ancaman bencana yang tidak dapat dicegah, seperti Ancaman Geologi berupa  Gempabumi, Tsunami, Erupsi Gunungapi, Putting Beliung yang terjadi secara tiba-tiba, ada juga ancaman bencana yang dapat dicegah. 

Ancaman bencana yang dapat dicegah itu terkait dengan daya dukung lingkungan, seperti: Banjir, Banjir Bandang, Tanah Longsor, Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan. 

Dalam catatannya, Ganip mengatakan setiap tahun lahan kritis di Indonesia, terus mengalami peningkatan. Hal ini menyebabkan perubahan drastis pada Daerah Aliran Sungai (DAS), sebagai penjaga siklus hidrologis. 

"Pada Tahun 1984, terdapat 22 DAS kritis, Tahun 1994 terdapat 39 DAS kritis, Tahun 1998 terdapat 62 DAS kritis; dan pada Tahun 2016 terdapat 108 DAS kritis," ujarnya. 

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas