Tribun

PWNU DKI Tolak Deklarasi Dukungan Calon Ketum PBNU: Muktamar Bukan Pilkada, Semua adalah Kiai Kita

Isu terkait calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai ramai dibicarakan jelang digelarnya muktamar ke-34 NU

Penulis: Reza Deni
Editor: Dodi Esvandi
PWNU DKI Tolak Deklarasi Dukungan Calon Ketum PBNU: Muktamar Bukan Pilkada, Semua adalah Kiai Kita
Foto kolase Tribunnews.com
Lima bakal calon Ketua Umum PBNU. 

Ia juga meminta PWNU maupun PCNU di seluruh wilayah tak melakukan deklarasi-deklarasi kepada salah satu calon yang akan maju.

Menurut Syamsul Ma'arif, hal itu tidak etis dilakukan karena muktamar bukanlah ajang seperti Pilkada atau Pilpres.  

"Semua calon itu adalah kiai-kiai kita yang harus dihormati. Tidak etis karena menurut saya ini bukan arena Pilkada. Muktamar bukan Pilkada," kata Syamsul kepada Tribunnews.com, Selasa (19/10/2021).

Baca juga: Welcome! Habib Luthfi dan Kiyai Sa’id, Solusi Kepemimpinan NU di Muktamar ke 34

PWNU DKI, dikatakan Syamsul, tidak akan melakukan deklarasi dukungan kepada salah satu calon.

"Ini untuk menghindari gesekan-gesekan psikologis. Semua kiai harus kita hormati marwahnya. Kalau kita dukung si A, aduh itu perasaannya bagaimana?" kata Syamsul.

Syamsul menambahkan Muktamar NU nanti sebaiknya tak memprioritaskan soal calon Ketum PBNU belaka.

"Muktamar yang akan datang harus berkualitas dan bermartabat. Itu yang harus didahulukan," katanya.

Berkualitas maksud Syamsul yakni bagaimana NU bisa memberikan putusan dan rekomendasi yang sangat berharga bagi bangsa dan negara.

Baca juga: Profil 5 Nama Calon Kuat Ketua Umum PBNU: Gus Yahya, Said Aqil hingga Gus Baha

"Misalnya bagaimana peran NU dalam segi ekonomi. Ini kan pasca pandemi ekonomi sedikit banyak akan ya goncanglah. Nah bagaimana pemulihan ekonomi itu NU harus punya konsep," tambahnya.

Sedangkan bermartabat, dikatakan Syamsul, yakni jangan sampai terjadi konflik dalam muktamar nanti

"Seperti di Jombang itu kan kesan orang negatif, karena dijadikan ajang untuk perebutan kekuasaan. Ini harus didahulukan bahwa muktamar ke depan itu harus berkualitas dan bermartabat," ujarnya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas