Tribun

Harga Cabe Anjlok, Sekjen PKS Borong Cabe dari Petani dengan Harga Tinggi

Rendahnya harga cabe merah di tingkat petani menjadi atensi Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Al Habsyi. 

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Wahyu Aji
Harga Cabe Anjlok, Sekjen PKS Borong Cabe dari Petani dengan Harga Tinggi
ISTIMEWA
Saat reses di Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Jumat (22/10), Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Al Habsyi langsung memborong cabe merah yang baru dipanen oleh petani. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rendahnya harga cabe merah di tingkat petani menjadi atensi Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Al Habsyi

Saat reses di Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Jumat (22/10), Habib Aboe Bakar langsung memborong cabe merah yang baru dipanen oleh petani.

Selain mendengarkan aspirasi para petani, Habib Aboe juga membeli cabai tersebut dengan harga tinggi, seperti yang diketahui bahwa belakang ini harga cabai sedang turun.

"Alhamdulillah cabai ini kita borong, saya mengajak rekan-rekan aleg dari PKS untuk memberikan dukungan untuk para petani kita," ujar Habib Aboe, Jumat (22/10/2021).

Dia lantas mengajak anggota legislatif dari PKS untuk membeli hasil pertanian masyarakat.

Cabai yang Habib Aboe beli itu kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar untuk kebutuhan sehari-hari. 

"Cabai ini akan kita bagikan ke masyarakat lagi, saya yakin emak emak pasti akan senang kalau dikasih cabe," kelakar anggota DPR RI dari dapil Kalsel 1 tersebut.

“Biaya penanaman dan perawatan cabe cukup tinggi, harga 18 ribu di tingkat petani tentunya tidak berimbang dengan biaya produksinya. Pemerintah perlu memperhatian situasi ini, harus ada strategi agar harga cabai bisa menguntungkan untuk para petani," tambahnya. 

Anggota Komisi III DPR RI tersebut turut meminta pemerintah memperhatikan tata niaga cabe yang ada di Indonesia, karena disinilah yang menjadi akar masalahnya.

Baca juga: Konsisten Gelar Lomba Baca Kitab Kuning Setiap Hari Santri Nasional, PKS Serius Jaga Aqidah

 “Saya melihat persoalan harga cabai disebabkan oleh rantai perdagangan atau tata niaga yang panjang. Harga di tingkat konsumen terakhir atau pasar jauh lebih mahal dibandingkan dari petani, penyebabnya alur distribusinya yang panjang yang dikarenakan dari petani tidak langsung ke pasar, tetapi dikuasai dahulu oleh pengepul, distributor bahkan spekulan pun ikut bermain," tukasnya.

Sementara itu, Wardani, salah satu petani cabai, bersyukur karena sudah diborong cabainya dan berharap bisa lebih mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. 

"Walaupun kami sudah dapat perhatian tapi mudah-mudahan kami para petani bisa mendapatkan perhatian yang lebih lagi," kata Wardani.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas