Tribun

Jusuf Kalla Tinjau Persiapan Kesiapsiagaan PMI Hadapi Bencana Dampak La Nina

JK menginstruksikan pengurus PMI daerah menyiagakan personel dan perlengkapan penanggulangan bencana menghadapi dampak fenomena alam tersebut.

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Jusuf Kalla Tinjau Persiapan Kesiapsiagaan PMI Hadapi Bencana Dampak La Nina
Tribunnews.com/ Larasati Dyah Utami
Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla meninjau secara langsung apel kesiapsiagaan PMI menghadapi bencana dampak La Nina di Gudang Darurat Nasional, Jalon Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (4/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla (JK) meninjau secara langsung apel kesiapsiagaan PMI menghadapi bencana dampak La Nina di Gudang Darurat Nasional, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (4/11/2021).

JK menginstruksikan pengurus PMI daerah menyiagakan personel dan perlengkapan penanggulangan bencana menghadapi dampak fenomena alam tersebut.

Dukungan dana darurat juga telah disiapkan PMI guna penanganan bencana.

"Ini adalah fenomena berulang, kita tentu sudah siap. Apel ini menegaskan kembali kesiapsiagaan kita, hasil latihan personel, dan persiapan-persiapan lainnya," kata JK dalam sambutannya.

Apel yang digelar secara hybrid (daring dan luring) ini juga merupakan respon PMI terhadap analisa prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Disebutkan, La Nina merupakan fenomena Suhu Muka Laut (SML) di Samudera Pasifik bagian tengah mengalami pendinginan di bawah kondisi normalnya.

Baca juga: Jusuf Kalla : Penanganan Covid-19 Butuh Partisipasi Banyak Pihak Secara Jangka Panjang

Pendinginan Suhu Muka Laut (SML) ini mengurangi potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia secara umum.

La Nina juga berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, dan sebagainya.

Untuk di Jabodetabek sendiri PMI Pusat menyiapkan sekiranya 50 ambulan, 30 tanki air untuk air bersih, dan 100 perahu karet.

Adapula kendaraan pengangkut logistik.

Baca juga: Jusuf Kalla Buka Kegiatan 2 Juta Vaksinasi PMI di Sleman

Namun, PMI juga telah berkordinasi dengan PMI yang ada di daerah dalam upaya kesiapsiagaan bencana ini.

Aksi dini telah dilakukan relawan-relawan PMI di daerah.

Pembetukan Satuan siaga Bencana (Satgana) telah dilakukan PMI daerah hingga ke desa.

Pengecekan peralatan pendukung juga dilakukan untuk memastikan kelaikan.

Secara keseluruhan, Sudirman Said menambahkan, PMI memiliki 300.000 relawan lebih di seluruh Indonesia.

Baca juga: Jusuf Kalla Buka Kegiatan 2 Juta Vaksinasi PMI di Sleman

Relawan aktif ini tersebar di 478 PMI Kabupaten Kota. Selain itu, tambahnya, operasi PMI juga didukung 6 gudang logistik regional.

"Jadi semua jajaran PMI akan selalu memantau cuaca dan setiap bulan akan dilakukan apel kesiapsiagaan dan Gudang-gudang ini siap mensuplai logistik ke wilayah bencana, kapanpun dibutuhkan," kata Sudirman Said.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas