Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Laksmi Dhewanthi: COP 26 Bahas Potensi Unik Pertanian dalam Mengatasi Perubahan Iklim

Baik SBI dan SBSTA sudah mengadopsi  keputusan terkait hasil work frame dari Koronivia Joint Work on Agriculture (KJWA).

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Laksmi Dhewanthi: COP 26 Bahas Potensi Unik Pertanian dalam Mengatasi Perubahan Iklim
Ist
Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Laksmi Dhewanthi, MA 

Kedua, tentang perbaikan pengelolaan ternak secara berkelanjutan guna mengurangi dampak perubahan iklim dan sebisa mungkin menurunkan emisi GRK.  

Sistem pengelolaan ternak sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim, dan sistem peternakan yang dikelola secara berkelanjutan memiliki kapasitas adaptif dan ketahanan yang tinggi terhadap perubahan iklim  dan pada saat yang bersamaan memainkan peran luas dalam menjaga keamanan pangan dan gizi, mata pencaharian, keberlanjutan, siklus nutrisi dan pengelolaan karbon.  

“SBI dan SBSTA mencatat bahwa peningkatan produksi berkelanjutan dan kesehatan hewan, dapat  mengurangi emisi gas rumah kaca di sektor peternakan,” katanya.

Selanjutnya ketiga  tentang aspek sosial ekonomi dan ketahanan pangan.   

Pendekatan sistem pertanian dan pangan  terpadu penting untuk mencapai ketahanan  pangan dan perbaikan ekonomi. Dimensi sosial ekonomi dan ketahanan pangan sangat penting dalam konteks perubahan iklim di bidang pertanian dan sistem pangan. 

SBI dan SBSTA mengenali prioritas mendasar untuk menjaga ketahanan pangan dan mengatasi kelaparan dengan merancang sistem pertanian yang berkelanjutan dan berketahanan iklim, serta  menerapkan pendekatan sistemik yang sejalan dengan tujuan iklim global jangka panjang.

Keempat, tentang Dukungan untuk mendukung upaya menjaga ketahanan pangan

Rekomendasi Untuk Anda

SBI dan SBSTA mengenali pentingnya meningkatkan dukungan untuk meningkatkan tindakan dalam menjaga ketahanan pangan dan gizi dan mengakhiri kelaparan, bertujuan untuk sistem pertanian yang inklusif, berkelanjutan dan tahan iklim, dengan mempertimbangkan kerentanan pertanian terhadap dampak perubahan iklim, serta adanya kebutuhan untuk menyediakan kondisi pemungkin (enabling condition)  untuk memobilisasi sumber daya untuk melaksanakan tindakan di tingkat lokal, nasional dan internasional.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas