Tribun

Penangkapan Terduga Teroris

Anggota JI Berlatih Bela Diri di Perguruan Sasana, Pelatihnya Eks Kombatan Afghanistan

Perguruan Sasana sengaja dibentuk Jamaah Islamiah untuk meningkatkan kemampuan anggotanya untuk melawan petugas.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Dewi Agustina
Anggota JI Berlatih Bela Diri di Perguruan Sasana, Pelatihnya Eks Kombatan Afghanistan
TRIBUNNEWS.COM/RIZKI SANDI SAPUTRA
Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Mabes Polri Kombes Pol Aswin Siregar (kanan) saat Konferensi Pers di Gedung Divisi Humas Mabes Polri, Kamis (25/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabag Banops) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar menyampaikan teroris Jamaah Islamiah (JI) diduga mendanai anggotanya untuk pelatihan fisik dan beladiri.

Aswin menjelaskan pelatihan fisik dan beladiri itu melalui perguruan yang dibentuk bernama Sasana.

Perguruan ini sengaja dibentuk Jamaah Islamiah untuk meningkatkan kemampuan anggotanya untuk melawan petugas.

"Densus juga menemukan ada aliran dana ke sebuah kelompok yang disebut dengan sasana yang kegiatannya latihan-latihan fisik, beladiri kemudian terungkap ternyata itu adalah bagian atau afiliasi untuk meningkatkan kemampuan mereka untuk membekali kader-kadernya dengan kemampuan untuk melawan petugas," kata Aswin kepada wartawan, Jumat (26/11/2021).

Dijelaskan Aswin, pelatih perguruan Sasana itu merupakan eks kombatan Jamaah Islamiah dari negara konflik yang berasal dari Afghanistan hingga Filipina.

Baca juga: Jamaah Islamiyah Raup Rp 15 Miliar Per Tahun, Dana Digunakan untuk Menyokong Seluruh Kegiatan JI

"(Pelatihnya) eks kombatan. Mereka alumni Afghanistan atau Filipina, dua itu ya," jelasnya.

Ia menjelaskan, perguruan Sasana itu disebut sulit dibedakan dengan tempat pelatihan lain yang lazim berada di masyarakat. Karena itu, pihaknya mengalami sedikit kesulitan untuk mengungkap perguruan bela diri tersebut.

"Bentuknya seperti kelompok bela diri seperti pelatihan-pelatihan seperti itu dengan kelompok pencak silat biasa. Kan susah kita bedakan dengan perguruan-perguruan kayak pencak silat yang ada di masyarakat gitu," ujarnya.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas