Tribun

Uni Eropa Gandeng BRIN Perkuat Kerja Sama Riset dan Teknologi dengan Indonesia

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Vincent Piket mengatakan dengan adanya teknologi digital makin membuat dunia terkoneksi.

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Johnson Simanjuntak
Uni Eropa Gandeng BRIN Perkuat Kerja Sama Riset dan Teknologi dengan Indonesia
screenshot
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Vincent Piket 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Persatuan Eropa atau Uni Eropa (UE) menggandeng BRIN untuk memperkuat kerja sama riset dan teknologi dengan Indonesia lewat penyelenggaraan webinar European Research Days Indonesia 2021 pada Senin (29/11/2021).

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Vincent Piket mengatakan dengan adanya teknologi digital makin membuat dunia terkoneksi.

Dunia hanya bisa berhasil jika antar satu dan lain saling belajar untuk mengembangkan riset dan inovasi dengan adanya teknologi, demi komunitas global.

“Saya yakin, baik Indonesia dan Eropa akan memperoleh manfaat yang baik dari partisipasi para peneliti Indonesia dalam program riset di Uni Eropa yang akan disajikan dalam seminar hari ini,” kata Dubes Piket dalam pidato pembukanya.

Plt. Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Edy Giri Rachman Putra menjelaskan bahwa BRIN merupakan lembaga independen non kementerian di Indonesia.

Lebih dari 48 riset dan penelitian di seluruh kementerian/lembaga akan diintegrasikan ke dalam lembaga BRIN, termasuk 4 diantaranya Lapan, Lipi, BPPT, Batan sudah diintegrasikan secara penuh dalam BRIN.

BRIN memiliki tugas pokok dan fungsinya yaitu mengintegrasikan sumber daya, menciptakan ekosistem yang penelitian yang terbuka, inklusif, bagi akademisi, industri dan masyarakat yang berlandaskan kolaborasi global.

“Ini sangat penting bagi kolaborasi Indonesia kedepannya,” kata Edy.

Baca juga: BRIN: Riset dan Inovasi Harus Jadi Pilar Utama Indonesia

BRIN mempunyai target dalam menjalankan fungsinya, yakni program untuk meningkatkan sumber daya alam (SDA) serta menciptakan riset yang berkelanjutan yang berdasarkan ekonomi digital dan ekonomi hijau.

BRIN memaksimalkan fungsinya dengan memaksimalkan regulasi yang ada untuk menciptakan ekosistem riset yang baik dengan memanfaatkan sumber daya untuk memperkuat ekonomi dan daya saing nasional.

Beberapa regulasi itu antara lain penyediaan dana riset dan inovasi, seperti dana abadi Pendidikan atau beasiswa, meningkatkan insentif atau royalti untuk para inovator, serta insentif untuk pelaku bisnis yang berpartisipasi dalam kolaborasi riset dan inovasi.

“Dengan memanfaatkan regulasi kita dapat mendukung komunitas peneliti di negara ini dan meningkatkan kolaborasi global, baik dari universitas, badan usaha dan industri,” ujarnya.

BRIN juga siap menciptakan pusat inovasi bagi industri lokal untuk masuk ke pengembangan Litbang dan menyiapkan skema untuk mempermudah mobilitas para peneliti global agar dapat menjalankan riset dan inovasi.

“Kami sudah menyiapkan beberapa skema, tidak hanya bagi WNI tapi juga bagi warga negara lain. Bagi para mahasiswa, profesor yang berpengalaman dan juga para pelaku industri,” ujarnya.

Ikuti kami di

Wiki Terkait

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas