Tribun

Kemendikbudristek: KBKM Pertemukan Kemajuan Budaya dan Teknologi

Fitra Arda memberi contoh bagaimana rumah kayu yang tidak hanya tahan gempa tetapi juga tahan api.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Malvyandie Haryadi
Kemendikbudristek: KBKM Pertemukan Kemajuan Budaya dan Teknologi
tangkapan layar
Fitra Arda. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek Fitra Arda mengatakan Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) 2021 memberikan ruang pada kaum muda untuk berkreasi.

Fitra mengatakan KBKM mempertemukan warisan budaya dengan kemajuan teknologi.

"Inovasi yang dihasilkan harus mempertemukan warisan budaya dengan kemajuan teknologi," ujar Fitra melalui keterangan tertulis, Senin (6/12/2021).

Fitra Arda memberi contoh bagaimana rumah kayu yang tidak hanya tahan gempa tetapi juga tahan api.

Inovasi tersebut dilakukan harus dilakukan berbasiskan teknologi.

Baca juga: Kemendikbudristek Minta Kampus Mulai Terapkan Smart Campus

"Potensi apa yang dimiliki oleh desa tersebut, itu yang harus mereka kembangkan," tutur Fitra.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Kemendikbudristek Judi Wahjudin mengatakan pihaknya tidak hanya melakukan pendampingan tetapi juga pembinaan dan pertemuan dengan para investor.

Kegiatan ini, kata Judi, disinergikan dengan kegiatan desa pemajuan kebudayaan dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Pemerintah Daerah.

"Sebanyak 50 calon mitra hadir dalam forum ini berasal  dari kalangan industri, profesional, Pemda, kampus dan BUMN. Calon mitra dapat melihat produk secara langsung di booth yang didesain futuristik, komitmen kemitraan tersebut dituangkan dalam letter of intent yang ditandatangani kedua pihak," ucap Judi.

Seperti diketahui, kegiatan ini melibatkan 21 kelompok dari dua kategori yang telah tersaring secara ketat sejumlah 424 kelompok dari 14 regional.

Puncak kegiatan tingkat nasional ini telah berhasil memilih juara pertama, kedua dan ketiga di tiap kategori, selain itu juga ada apresiasi untuk tema inisiatif inklusif.

Kelompok Sirel dari Jogjakarta menjadi juara kategori Aplikasi. Sirel menjadi juara pertama dengan karya aplikasi pemindai relief candi Borobudur, Prambanan, dan Sojiwan.

Sementara kategori Purwarupa dimenangkan kelompok Haminjon. Kelompok ini mengolah getah kemenyan menjadi bahan dasar berbagai produk wangi-wangian seperti parfum dan aromatherapy.

Selain itu, Tuli Jabar Juara juga meraih apresiasi atas tema inisiatif inklusif, yang membuat aplikasi untuk memberikan akses bagi penyandang disabilitas di Desa Adat Cirendeu. 

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas