Tribun

Hari Ibu

Alasan Kementerian PPA Selenggarakan Peringatan Hari Ibu di Ndalem Joyodipuran Yogyakarta

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga ungkap alasan diselenggarakannya puncak peringatan hari Ibu yang ke 93

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Alasan Kementerian PPA Selenggarakan Peringatan Hari Ibu di Ndalem Joyodipuran Yogyakarta
dok Kemen PPPA
Menteri PPPA, Bintang Puspayoga dalam acara Penganugerahan Data Forum Anak (DAFA) Award 2021 yang dilaksanakan secara virtual, Senin (7/9/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga ungkap alasan diselenggarakannya puncak peringatan Hari Ibu yang ke 93 di Yogyakarta.

Tepatnya dilaksanakan di Ndalem Joyodipuran Yogyakarta, tempat berlangsungnya Kongres Perempuan Pertama pada 22 Desember 1928.

Bintang mengatakan ia ingin membawa masyarakat Indonesia untuk membawa kembali sejarah perempuan pada Kongres Perempuan Indonesia pertama.

“Kongres Perempuan Pertama yang menandai babak baru bangkitnya gerakan perempuan Indonesia untuk berorganisasi secara demokratis, tanpa membedakan agama, etnis, dan kelas sosial,” kata Bintang di Yogyakarta, Rabu (22/12/2021).

Menurut Menteri Bintang, lokasi ini dipilih untuk mengajak masyarakat mengenang dan menghargai sepak terjang perempuan pejuang di masa pergerakan.

Saat itu, sebanyak 30 organisasi perempuan dan sekitar seribu peserta berkumpul untuk menyatukan agenda perjuangan perempuan sebagai agenda perjuangan Bangsa Indonesia.

Baca juga: Selamat Hari Ibu 22 Desember! Berikut Sejarah dan Ucapan Hari Ibu dalam Bahasa Inggris dan Indonesia

Bintang berujar, semangat perjuangan inilah yang kemudian menjadi warisan yang ditinggalkan untuk terus dilanjutkan hingga saat ini sampai masa yang akan datang.

Itu sebabnya Peringatan Hari Ibu juga mempertegas kembali bahwa perempuan memiliki peran besar mengawal bangsa Indonesia.

“Maka jika kita menginginkan Indonesia bisa maju, perempuan tidak boleh lagi ditinggalkan,” tegas Menteri Bintang.

Menteri PPPA mengatakan peringatan Hari Ibu (PHI) ke-93 Tahun 2021 mengangkat tema  ‘Perempuan Berdaya, Indonesia Maju’.

Tema ini kembali diangkat dengan harapan dapat menjadi pengingat bagi seluruh pihak bahwa perempuan yang jumlahnya hampir setengah dari populasi Indonesia merupakan kekuatan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Oleh karena itu pemberdayaan perempuan merupakan urusan setiap orang, karena manfaatnya juga akan dirasakan secara nasional, bahkan global.

Bintang berujar Peringatan hari ibu merupakan bentuk apresiasi bagi seluruh perempuan di Indonesia atas peran, dedikasi dan kontribusinya bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

Itu sebabnya, esensi PHI tidaklah sekedar mengucapkan terima kasih atas jasa ibu yang memang begitu istimewa bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Peringatan Hari Ibu bertujuan mendorong semua pemangku kepentingan dan masyarakat luas untuk memberikan perhatian dan pengakuan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan,” ujarnya.
 

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas