Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Kasus Omicron di Indonesia Bertambah 21 Orang, Kemenkes: Disebabkan dari Perjalanan Luar Negeri

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengumumkan data kasus positif Covid-19 varian Omicron di Indonesia bertambah 21 orang pada (29/12/2021).

Penulis: Devi Rahma Syafira
Editor: Miftah
zoom-in Kasus Omicron di Indonesia Bertambah 21 Orang, Kemenkes: Disebabkan dari Perjalanan Luar Negeri
KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo
Ilustrasi Covid-19 Varian Omicron. Kasus Omicron di Indonesia Bertambah 21 Orang, Kemenkes: Disebabkan dari Perjalanan Luar Negeri. 

“Yang terbaru adalah kasus laki-laki usia 37 tahun yang tidak ada riwayat perjalanan ke luar negeri dalam beberapa bulan terakhir, ataupun kontak dengan pelaku perjalanan luar negeri,” ucap dr. Nadia.

Diketahui pasien bersama istri tinggal di Medan, lalu ke Jakarta setiap satu bulan sekali.

Pada tanggal 6 Desember 2021 mereka tiba di Jakarta dan tanggal 17 Desember 2021 sempat mengunjungi Mall Astha District 8 SCBD.

Selanjutnya pada tanggal 19 Desember 2021 mereka melakukan pemeriksaan antigen di Rumah Sakit Grand Family, Jakarta untuk kembali ke Medan.

Pemeriksaan tersebut menunjukkan hasil positif Covid-19 pada pasien, sementara hasil pemeriksaan antigen istrinya negatif.

Lalu, dilakukan PCR pada tanggal 20 Desember 2021.

Setelah dilakukan pemeriksaan di laboratorium GSI (Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium) diketahui terpapar Omicron pada tanggal 26 Desember 2021.

Berita Rekomendasi

Sebagai tindak lanjut, pasien diisolasi di Rumah Sakit Pusat Infeksi Sulianti Saroso (RSPI).

dr. Nadia menyebut hal ini merupakan kasus pertama transmisi lokal, sehingga diperlukan pengawasan ketat oleh tenaga medis dan fasilitas lengkap untuk meminimalisir kemungkinan penularan yang terjadi.

Adapun kondisi klinis pasien hingga saat ini tidak bergejala.

“Pengendalian infeksi di rumah sakit itu akan lebih baik dan akan lebih ketat pengawasannya. Oleh karena itu kita membawa yang bersangkutan ini ke rumah sakit RSPI,” ucap dr. Nadia.

Sementara tracing masih dalam proses sampai saat ini, mengingat yang bersangkutan banyak melakukan aktivitas.

dr. Nadia juga mengatakan kita harus melihat 14 hari sebelum pasien dinyatakan positif yaitu 14 hari sebelum tanggal 19 Desember 2021.

Tracing dilakukan untuk menemukan siapa saja kontak erat dengan pasien di antara nya di restoran di wilayah SCBD, apartement tempat pasien tinggal, dan aktivitas lainnya selama pasien di Jakarta.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas