Sinyal dari PBNU Beri 'Lampu Hijau' Penundaan Pemilu
Menurut dia pemerintah harus tetap fokus untuk melewati setiap persoalan dengan kekuatan kebersamaan.
Editor: Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya menyampaikan pandangannya terkait usulan penundaan Pemilu 2024. Dia mengatakan penundaam Pemilu menjadi hal yang masuk akal.
Gus Yahya melanjutkan saat ini Indonesia tengah dilanda berbagai macam persoalan bangsa.
Menurut dia pemerintah harus tetap fokus untuk melewati setiap persoalan dengan kekuatan kebersamaan.
Karenanya, dia menilai menunda Pemilu menjadi sesuatu yang perlu untuk dilakukan.
Agar dalam proses pemyelesaiannya terdapat sebuah kebersinambungan yang bermuara pada kesejahteraan rakyat.
"Ada usulan penundaan Pemilu dan saya rasa ini masuk akal mengingat berbagai persoalan yang muncul dan dihadapi bangsa ini," kata Gus Yahya seperti dikutip dari Warta Kota, Selasa (1/3/2022).
Baca juga: Jokowi Diam Usulan Pemilu 2024 Ditunda, Pengamat: Diam Artinya Setuju atau Menimbang-nimbang
Dia menambahkan seluruh elemen masyatakat termasuk para pemangku kebijakan mesti melihat setiap persoalan bangsa secara lebih mendalam.
Dengan begitu nantinya dapat mengetahui jelas akar permasalahan tersebut.
Kemudian, Gus Yahya menyebut nantinya akan tercipta sebuah solusi nyata buah dari pemikiran bersama. Sehingga bisa menjawab semua persoalan yang dihadapi dimasa sekarang ini.
Gus Yahya menilai, seluruh pihak pemangku kepentingan harus duduk bersama dan mencari solusi untuk mengatasi pelbagai persoalan tersebut.
"Nanti kita lihat apa saja yang perlu dilakukan untuk mengurangi beban bangsa ini," ucap Gus Yahya.
Lebih lanjut Gus Yahya menyebut kunci utama untuk menyelesaikan persoalan Bangsa ialah dengan kebijakan konkret yang tepat sasaran.
Melalui itu, dia percaya, ke depan akan membawa banyak kemaslajatan.nagi kebermanfaatan
"Kunci menghadapinya harus luwes dan ulet supaya bisa mengatasi beban yang ada," tandas Gus Yahya.
Partai Politik Beri Respon Positif
Usul penundaan Pemilu 2024 sebelumnya muncul dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.
Dia mengusulkan agar Pemilu 2024 ditunda dengan dalih perbaikan ekonomi pasca pandemi Covid-19 agar berlanjut
Kata Muhaimin, jika Pemilu 2024 tetap digelar bisa mengganggu stabilitas ekonomi.
Wacana itu kemudian mengundang reaksi dari petinggi partai politik yang lain.
Adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memantik kabar itu.
Airlangga mengaku menerima aspirasi itu dari petani di Kabupaten Siak, Riau, yang ingin pemerintahan Presiden Joko Widodo berlanjut sampai tiga periode saat kunjungan kerja di sana.
"Aspirasinya tentu kami tangkap tentang keinginan adanya kebijakan berkelanjutan dan juga ada aspirasi kebijakan yang sama bisa terus berjalan. Tentu permintaan ini, yang menjawab bukan Menko, karena Menko menjawab urusan sawit,” kata Airlangga dalam kunjungan kerja di Siak, Kamis (24/2/2022).
Sebagai ketua umum Partai Golkar, dia siap menerima aspirasi tersebut. Kata dia, tugas ketua umum partai adalah menyerap aspirasi rakyat, termasuk aspirasi agar masa jabatan Jokowi diperpanjang.
Airlangga berjanji akan membicarakan usulan tersebut dengan pimpinan partai politik lainnya.
Tak cuma Golkar, suara terbaru juga datang dari Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.
Dia juga memberi sinyal sepakat bila Pemilu 2024 diundur.
Sumber: Warta Kota/Kontan.co.id