Tribun

Panglima TNI Matangkan Kerja Sama Program Pendidikan Dokter Spesialis dengan Unair

Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa melakukan teleconference dengan jajaran Kepala Rumah Sakit Pusat dan jajaran Kepala Pusat Kesehatan.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Panglima TNI Matangkan Kerja Sama Program Pendidikan Dokter Spesialis dengan Unair
Tangkap layar akun Youtube Jenderal TNI Andika Perkasa
Panglima Tentara Nasional Indonesia, Jenderal TNI Andika Perkasa, melakukan penandatanganan nota kesepahaman Program Pendidikan Dokter Spesialis Secara Hybrid (PPDS Hybrid) berbasis rumah sakit, dengan rektor Prof Dr Mohammad Nasih Universitas Airlangga (UNAIR). Yang dihadiri jajaran petinggi TNI dan pimpinan UNAIR di Ruang Amerta, Lantai 4, Rektorat Kampus C. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa melakukan teleconference dengan jajaran Kepala Rumah Sakit Pusat dan jajaran Kepala Pusat Kesehatan dari tiga matra TNI.

Pertemuan dilakukan Jenderal Andika Perkasa dalam rangka membahas sarana pembelajaran dalam rangka mendukung rencana kerja sama Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dengan Universitas Airlangga (Unair).

Dalam kesempatan tersebut, Jenderal Andika awalnya menanyakan soal jumlah rumah sakit yang akan dijadikan tempat untuk PPDS tersebut.

 

Berdasarkan penjelasan direncanakan akan ada 3 rumah sakit utama dan beberapa rumah sakit tingkat II yang menjadi jejaring di lingkup TNI untuk mendukung program kerja sama tersebut.

Tiga rumah sakit utama tersebut di antaranya RSPAD Gatot Subroto, RSPAL Ramelan Surabaya, dan RSPAU S Hardjolukito Yogyakarta.

Kemudian untuk rumah sakit yang akan menjadi jejaringnya ada sekira sembilan rumah sakit TNI yang berada di sejumlah daerah.

"Seluruh jajaran kesehatan TINI, menyiapkan dan merencanakan rumah sakit serta dokter spesialis yang akan menjadi engajar dalam mensuksekan program PPDS kerja sama dengan Universitas Airlangga," kata Andika di kanal Youtube Jenderal TNI Andika Perkasa pada Minggu (13/3/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Jenderal Andika memberikan arahannya agar tenaga pengajar tidak hanya dari militer aktif. 

Tetapi bisa juga dokter-dokter senior yang sudah pensiun dilibatkan menjadi pengajar.

"Sekali lagi kepada semuanya tenaga pengajar nanti itu tidak hanya  militer aktif. Kalau memang ada, bahkan bukan PNS, bukan purnawirawan tapi dokter spesialis itu sudah bekerja di situ, itu bagus. Makin senior kan makin bagus, iya kan? Dokter ini kan jam terbang. Asal yang bersangkutan mau, sukarela dan siap untuk menuntaskan, yang penting itu komitmen," kata Jenderal Andika.

Baca juga: Ketika Jenderal Andika Ambil Langkah Tegas Soroti Proses Hukum Kasus Perkelahian Prajurit di Papua

Usai memberikan pengarahan Jenderal TNI Andika Perkasa, juga menerima laporan terkait update penanganan Covid-19 dan keterisian tempat tidur di seluruh RS TNI yang menangani Covid-19

Disampaikan Kapuskes TNI Mayjen dr Budiman ada 111 RS di bawah TNI yang menangani Covid-19.

Jumlah rumah sakit tersebut berasal dari 3 matra TNI.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas