Tribun

Mudik Lebaran 2022

Selain Fisik, Pengemudi Juga Harus Siapkan Mental Seraya Meningkatnya Volume Pemudik

Masyarakat yang akan memulai perjalanan mudik dengan menggunakan kendaraan pribadi diminta untuk menyiapkan fisik dan mental.

Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
zoom-in Selain Fisik, Pengemudi Juga Harus Siapkan Mental Seraya Meningkatnya Volume Pemudik
Tribunnews/JEPRIMA
Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di ruas Tol Cikopo-Palimanan, Jawa Barat, Kamis (28/4/2022). Memasuki H-5 Lebaran 2022 jumlah kendaraan pemudik jelang sore hari meningkat yang menyebabkan kemacetan panjang di ruas Tol Cikopo-Palimanan. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati memberikan imbauan kepada masyarakat yang akan memulai perjalanan mudik dengan menggunakan kendaraan pribadi untuk menyiapkan fisik dan mental.

Hal itu didasari karena menurut data yang diterima Kemenhub, semakin hari volume kendaraan pemudik makin tinggi, terlebih memasuki masa puncak mudik.

"Siapkan kondisi fisik dan mental pengemudi. Karena seperti rekan-rekan lihat sangat mungkin terjadi potensi kemacetan akibat volume kendaraan yang terlalu tinggi," kata Adita saat jumpa pers secara daring dari Posko Terpadu Angkutan Lebaran, Jumat (29/4/2022).

Lebih lanjut, Adita juga mengimbau pemudik untuk harus divaksinasi booster guna meningkatkan kekebalan tubuh atas potensi penularan covid-19.

Baca juga: Cerita Pemudik Gunakan Jalur Arteri Pantura Hindari Macet di Tol, 16 Jam Baru Sampai Salatiga

Baca juga: Amankah Bawa Bekal Makanan dengan Wadah Plastik Saat Mudik? Begini Penjelasan Dokter

Tak cukup untuk kondisi sang pengemudi, Adita juga mengingatkan agar senantiasa memperhatikan kondisi kendaraan dalam keadaan yang baik.

"Pastikan kondisi kendaraan dalam kondisi yang Prima cek kondisi mesin ban wiper dan sebagainya," beber Adita.

Guna menghindari antrean atau kemacetan di ruas jalan tol, Adita meminta kepada para pemudik untuk sedianya dapat mematuhi anjuran pemerintah.

Di mana dalam anjuran tersebut, setiap pemudik diminta untuk berhenti maksimal 30 menit di rest area, dan memaksimalkan penggunaan fasilitas yang disediakan seperti halnya toilet portabel.

"Sudah terlihat contoh yang terjadi kemarin di Tol Cipali, di mana ketika rest area terlalu padat maka para pelaku perjalanan melakukan parkir di bahu jalan," ujar Adita.

Kesadaran untuk dapat memaksimalkan waktu yang ada di rest area juga kata dia, akan berdampak pada durasi atau waktu tempuh pengemudi.

"Tentu kita tidak ingin itu terjadi, semua ingin segera sampai ke tujuan maka mari kita bekerjasama dengan menggunakan rest area secukupnya," tukas Adita. (*)

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas