Tribun

Gagal Penen Diserang Tikus, Kementan Imbau Petani Tabanan Ikut AUTP

AUTP merupakan program perlindungan kepada petani agar tak mengalami kerugian ketika terjadi gagal panen.

Editor: Content Writer
zoom-in Gagal Penen Diserang Tikus, Kementan Imbau Petani Tabanan Ikut AUTP
dok. Kementan
AUTP akan memberikan pertanggungan senilai Rp6 juta per hektar per musim jika petani mengalami gagal panen. Dengan begitu, petani akan tetap dapat berproduksi dan meningkatkan produktivitas pertanian mereka meski terjadi kegagalan panen. 

TRIBUNNEWS.COM - Puluhan hektare sawah di Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali gagal panen akibat serangan hama tikus. Kerugian ditaksir mencapai Rp2 miliar. Agar tak terjadi lagi di kemudian hari, Kementerian Pertanian (Kementan) mengimbau kepada petani Tabanan untuk mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) atau asuransi pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, AUTP merupakan program perlindungan kepada petani agar tak mengalami kerugian ketika terjadi gagal panen. Oleh karenanya, petani harus terus terlindungi agar tetap bisa berproduksi meski mengalami gagal panen.

"AUTP ini program perlindungan bagi petani agar tak mengalami kerugian saat terjadi gagal panen. Sebagaimana kita ketahui, pertanian ini merupakan sektor yang rentan terhadap perubahan iklim dan serangan hama OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan)," kata Mentan SYL.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil menambahkan, AUTP adalah bagian dari mitigasi bencana yang akan membantu petani menjaga lahan. Jika terjadi gagal panen, asuransi pertanian akan memberikan pertanggungan sebesar Rp6 juta per hektare per musim kepada petani," jelas Ali.

Dengan pertanggungan ini, Ali menilai petani tidak akan menderita kerugian akibat gagal panen. "Petani tetap memiliki modal untuk tanam kembali. Sehingga produksi pertanian juga tidak berhenti," kata Ali.

Direktur Pembiayaan Ditjen PSP Kementan Indah Megahwati menjelaskan secara teknis apa saja yang perlu dilakukan petani untuk mengikuti program AUTP ini.

Pertama, petani harus terlebih dahulu tergabung dalam kelompok tani. Mereka lalu mendaftarkan lahan yang akan mereka asuransikan.

Mengenai pembiayaan, Indah mengatakan, petani cukup membayar premi sebesar Rp36.000 per hektare setiap musim tanam dari premi AUTP sebesar Rp180.000 per hektare setiap musim tanam.

"Sisanya sebesar Rp144.000 per hektare setiap musim tanam disubsidi pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ada banyak manfaat dari program AUTP ini yang tentunya dengan biaya ringan," katanya.(*)

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas