Tribun

Menko PMK: Indonesia Berpengalaman Manfaatkan Kearifan Lokal untuk Penanganan Bencana

Kearifan lokal tersebut melalui budaya, bangunan, peralatan tradisional, maupun upaya melestarikan alam.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Malvyandie Haryadi
zoom-in Menko PMK: Indonesia Berpengalaman Manfaatkan Kearifan Lokal untuk Penanganan Bencana
Istimewa
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan Indonesia memiliki kearifan lokal untuk menghadapi berbagai situasi dan ancaman bencana.

Kearifan lokal tersebut melalui budaya, bangunan, peralatan tradisional, maupun upaya melestarikan alam.

“Kita sangat berpengalaman dalam memanfaatkan dan menggunakan potensi kearifan lokal yang ada di masyarakat,” kata Muhadjir melalui keterangan tertulis, Selasa (24/5/2022).

Baca juga: Muhadjir: Wisma Atlet Kemayoran Bakal Ditutup Jika Indonesia Masuk Endemi

Salah satu potensi lokal yang dapat dijadikan contoh baik dalam penanganan bencana di Indonesia, kata Muhadjir, adalah gotong royong pentahelix.

Hal ini merupakan partisipasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media.

“Kejadian bencana di Indonesia mendorong kami belajar dari pengalaman dalam membangun ketahanan secara kolaboratif yang dapat kami bagikan kepada delegasi-delegasi GPDRR,” ucap Muhadjir.

Sebagai negara yang berada di ring of fire, Indonesia memiliki potensi bencana yang tinggi.

“Secara geografis dan geologis, Indonesia rentan bencana karena terletak di zona pertemuan lempeng-lempeng besar dunia," ungkap Muhadjir.

Baca juga: Jalankan 3 Strategi, Mentan SYL Optimis PMK Dapat Segera Diatasi

Muhadjir mengatakan Indonesia perlu waspada terhadap bencana non-alam dan bencana hidrometeorologis yang dipicu perubahan iklim global.

Menurut World Risk Report 2021, Indonesia berada di urutan ke-38 dari 181 negara yang berisiko bencana.

Dirinya mengatakan banyaknya kejadian bencana di Indonesia membuat Pemerintah Indonesia lebih antisipatif.

Kebijakan rehabilitasi dan rekonstruksi masa pemulihan yang dilakukan mencakup proses penyelenggaraan, sumber pendanaan dan pengelolaan bantuan bencana, maupun peran-serta bantuan lembaga Internasional dan lembaga asing nonpemerintah.

“Pemulihan bencana meliputi sektor perumahan, infrastruktur, sosial, ekonomi, dan lintas sektor,” pungkas Muhadjir.

Lanjutnya, pembelajaran yang dapat dipetik dari Indonesia adalah pentingnya penerapan prinsip build back better safer dan sustainable dengan memasukkan unsur mitigasi dalam pemulihan bencana.

Kemudian, perlunya peningkatan literasi kebencanaan masyarat, penguatan infrastruktur, serta pemulihan daya dukung lingkungan.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas