Tribun

JAMMI Ajak Masyarakat Mewaspadai dan Membentengi Keluarga dari Paham Radikalisme dan Intoleransi

JAMMI mengajak semua komponen masyarakat untuk mewaspadai paham radikalisme dan intoleransi yang belakangan ini menyebar sangat cepat.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Dewi Agustina
zoom-in JAMMI Ajak Masyarakat Mewaspadai dan Membentengi Keluarga dari Paham Radikalisme dan Intoleransi
Shutterstock/Kompas
Ilustrasi radikalisme. Koordinator Nasional Jaringan Mubaligh Muda Indonesia (JAMMI) Irfaan Sanoesi mengajak semua komponen masyarakat untuk mewaspadai paham radikalisme dan intoleransi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koordinator Nasional Jaringan Mubaligh Muda Indonesia (JAMMI) Irfaan Sanoesi mengajak semua komponen masyarakat untuk mewaspadai paham radikalisme dan intoleransi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Irfaan Sanoesi menanggapi pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Polisi Boy Rafli Amar yang mengatakan penyebaran paham radikal belakangan terjadi sangat cepat.

"Bahkan Pak Kepala BNPT menyebut laju virus penyebaran paham radikal dan intoleransi lebih cepat dari Covid-19. Maka dari itu, JAMMI mengajak segenap masyarakat untuk mewaspadai dan membentengi keluarga dari paham radikalisme dan intoleransi," kata Koordinator Nasional JAMMI, Irfaan Sanoesi kepada media, Rabu (22/6/2022).

Irfaan Sanoesi menilai kelompok radikal memanfaatkan kemajuan teknologi untuk secara gamblang melakukan propaganda nilai atau ideologi, perekrutan, hingga penggalangan dana.

Baca juga: Kepala BNPT Ungkap 650 Konten Propaganda Anti-Pancasila Hingga Intoleransi Terjaring Sepanjang 2021

Media sosial, kata Irfaan, seperti belantara hutan rimba.

"Nah, mereka mengoptimalkan media sosial guna merekrut jamaahnya. Jelas ini sebuah wake up call bagi bangsa kita. Kita mesti rapatkan barisan menangkal paham intoleransi dan takfirisme," tutur Irfaan.

Dia mengajak para santri atau pelajar untuk memanfaatkan pesan damai lewat media sosial.

Pesan untuk mengeratkan persatuan, toleransi dan menerima Pancasila sebagai dasar bernegara yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

"Konsep khilafah itu sudah usang dimakan zaman. Pancasila adalah penanda negara modern yang mengakomodasi setiap elemen anak bangsa termasuk kalangan Islam," tutur Irfaan.

"Tugas anak muda seperti kita yang harus merebut arena media sosial. Penuhi arena media sosial dengan penuhi pesan damai, pesan Islam rahmatan lil'alamin," tambah Irfaan.

JAMMI juga mendukung upaya BNPT merangkul kelompok milenial dan Z untuk menangkal konten-konten radikal di dunia maya.

Langkah itu berupa pembentukan Duta Damai se-Indonesia dan melatih para santri dari puluhan pondok pesantren se-Jawa Timur untuk melakukan kontra narasi radikal di dunia maya.

"Langkah BNPT ini konkret dan tepat sasaran karena kalangan milenial dan gen Z ini yang paling rentan dipengaruhi," pungkas Irfaan Sanoesi.

Baca juga: ASN Rawan Terpapar Radikal, BNPT Minta Pimpinan Lembaga Awasi Rumah Ibadah di Kawasan Lembaga

Seperti diketahui, Kepala BNPT Komjen Polisi Boy Rafli Amar mengatakan, penyebaran paham radikal belakangan terjadi sangat cepat.

"Penyebarluasan paham ideologi intoleransi radikalisme yang mengarah kepada terorisme seperti menyebar luasnya virus Covid-19 yang begitu cepat," kata Boy saat konfrensi pers di Jakarta, Senin (20/6/2022).

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas