Tribun

Brigjen Polisi Didik Agung Widjanarko Dilantik Jadi Deputi KPK

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahurli melantik dua deputi baru di lingkungan KPK. Satu di antaranya adalah jenderal polisi.

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Malvyandie Haryadi
zoom-in Brigjen Polisi Didik Agung Widjanarko Dilantik Jadi Deputi KPK
Ist/Humas KPK
KPK melantik dua deputi baru, yakni Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Wawan Wardhiana dan Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi Brigjen Polisi Didik Agung Widjanarko. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahurli melantik dua deputi baru di lingkungan KPK.

Dua deputi baru yang dilantik yakni Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Wawan Wardhiana dan Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi Brigjen Polisi Didik Agung Widjanarko.

Keduanya terpilih dari hasil proses seleksi oleh panitia seleksi (pansel) yang beranggotakan pihak eksternal dan internal pegawai KPK.

Ketua Tim Pansel Supranawa Yusuf sekaligus mewakili Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) turut hadir dalam pelantikan tersebut.

Baca juga: Firli Bahuri Ingatkan Pj Kepala Daerah: Jauhi Korupsi atau Tunggu Giliran Ditangkap KPK

"Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dan rangkaian seleksi pejabat tinggi madya KPK. Sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 69 TPA Tahun 2022 saudara Wawan Wardiana memangku jabatan selaku Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat dan saudara Didik Agung Widjanarko selaku Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK, selamat bertugas untuk keduanya," kata Firli dalam keterangannya, Sabtu (9/7/2022).

Dalam penandatanganan berita acara pengambilan sumpah jabatan dan pakta Integritas pada rangkaian pelantikan yang digelar di Aula Juang, Gedung Merah Putih KPK ini, disaksikan oleh Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring Pahala Nainggolan serta Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi Karyoto.

Kepada para pejabat yang dilantik, Firli kembali mengingatkan tugas pemberantasan korupsi merupakan tanggung jawab setiap insan KPK dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Menurut Firli, hal itu sesuai dengan visi KPK bersama masyarakat menurunkan angka korupsi untuk mewujudkan Indonesia maju.

"Untuk menurunkan angka korupsi perlu adanya orkestrasi pemberantasan korupsi dengan melibatkan kamar-kamar kekuasaan, legislatif, yudikatif, dan juga eksekutif," pesan Firli.

Sebagai penutup, Firli mengingatkan kepada dua deputi baru dan juga seluruh insan KPK agar bekerja seperti air di sumur.

"Ikhlas bagaikan sumur, sumur tidak meminta sesuatu tapi tetap menghasilkan air bersih," katanya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas