Tribun

Ibadah Haji 2022

Puncak Haji 2022 di Arafah: 139 Jemaah Sakit Harus Wukuf di Bus dan 51 Dibadalhajikan

dr Budi Sylvana, MARS, menjelaskan jumlah tersebut meliputi pasien dari ruang ranap, IGD, isolasi, intermediate, greenzone dan psikiatri.

Penulis: Aji Bramastra
Editor: Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, MEKKAH - "Jemaah disafariwukufkan menggunakan 10 bus dan dikawal 4 ambulans." 

Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr Budi Sylvana, MARS mengatakan sebanyak 139 jemaah haji Indonesia harus menjalani safari wukuf dalam pelaksanaan ibadah wukuf di Padang Arafah yang berlangsung Jumat (8/7/2022).

Safari wukuf adalah kondisi ketika seorang jemaah sakit dan harus menjalani wukuf di dalam ambulans atau kendaraan.

Dari jumlah tersebut, 112 jemaah dalam posisi duduk, sementara 27 jemaah dalam posisi terbaring.

dr Budi Sylvana, MARS, menjelaskan jumlah tersebut meliputi pasien dari ruang ranap, IGD, isolasi, intermediate, greenzone dan psikiatri.

"Jemaah disafariwukufkan menggunakan 10 bus dan dikawal 4 ambulans. Sudah berangkat dari KKHi jam 12.00 WAS" lanjut dr. Budi, ditemui di Arafah, Jumat (8/7/2022).

Sebanyak 112 Jemaah yang disafariwukufkan dalam posisi duduk terbagi ke dalam enam bus.

Sementara 27 jemaah dalam posisi baring terbagi dalam 4 Bus.

Selama proses safari wukuf, dr Budi menegaskan bahwa jemaah tetap dalam bus.

Selain proses safari wukuf yang dilakukan oleh KKHI Makkah, terdapat 1 orang pasien yg disafariwukufkan oleh RS Arab Saudi.

Persiapan pemberangkatan jemaah dan bus telah dimulai sejak jam 5 pagi. Pasien yang bisa mandi sendiri maka mandi sendiri.

Jika bisa mandi di kamar mandi dengan pendampingan, maka didampingi. Dan yang tidak bisa, dimandikan oleh perawat di tempat tidurnya masing masing. Setelah itu jemaah dipakaikan baju ihram.

"Masing masing bus didampingi oleh dua orang dokter, dua orang perawat, dan tenaga lainnya. Tim safari wukuf berangkat sejak pukul 12.00 dan dijadwalkan kembali dr Arafah jam 17.00 WAS," urai Budi.

Setelah Proses safari wukuf selesai, semua jemaah akan kembali di rawat di KKHI.

Sementara untuk jemaah yang berasal dari kloter, akan dikembalikan setelah kloternya kembali ke hotel.

Terpisah, Sementara, dalam pelaksanaan haji tahun ini, total sebanyak 51 orang harus menjalani badal sakit.

Rinciannya, jemaah badal karena wafat 29 orang, kemudian ada 22 orang dibadalhajikan karena sakit. (*)

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas