KSAD Dudung Ungkap Alasan Tak Hadiri Rapat di Komisi I DPR: Perintah Panglima TNI Cek Batalyon 143
KSAD Dudung menyebut ia harus melaksanakan perintah Panglima TNI untuk mengecek kesiapan Batalyon 143, sehingga tak bisa hadir di rapat Komisi I DPR.
Penulis: Faryyanida Putwiliani
Editor: Pravitri Retno W
KSAD Jenderal Dudung Tak Hadiri Rapat di Komisi I DPR
Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, Anggota Komisi I DPR RI, Yan Permenas Mandenas, mengkritik tidak hadirnya Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurahman dalam rapat kerja membahas anggaran dan isu aktual dengan Komisi I DPR.
"Khusus untuk Kepala Staf AD, saya pikir sudah berapa kali tidak hadir untuk mengikuti rapat komisi," kata dia di ruang rapat Komisi I DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Senin (5/9/2022).
Menurut legislator Gerindra itu, Dudung seharusnya bisa membedakan mana yang menjadi prioritas untuk dihadiri.
"Harus dibedakan mana rapat yang menjadi prioritas dengan rutinitas yang penting di Mabes AD, sehingga rapat begini tidak setiap saat kita lakukan. Jadi saya berharap Kepala Staf AD harus hadir di sini," pungkasnya.
Baca juga: Panglima TNI Buka Suara soal Hubungannya dengan KSAD Dudung yang Diisukan Tidak Harmonis
Sebelumnya, Komisi I menggelar rapat kerja dengan jajaran TNI untuk membahas rencana kerja dan anggaran TNI tahun 2023 serta sejumlah isu-isu aktual, Senin (5/9/2022).
Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid, memimpin jalannya rapat. Hadir sejumlah petinggi TNI di antaranya Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Kementerian Pertahanan diwakili Wamenhan M Herindra.
Hadir juga para jajaran pimpinan staf angkatan, di antaranya KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo dan KSAL Laksamana Yudo Margono.
Namun, KSAD Jenderal Dudung Abdurachman tampak tidak berada di lokasi. Dirinya diwakili oleh Wakasad Letjen TNI Agus Subiyanto.
Baca juga: Disebut Tidak Harmonis dengan KSAD Jenderal Dudung, Jenderal Andika Singgung Mengenai Tupoksi
Herindra mengatakan ketidakhadiran Prabowo di rapat bersama Komisi I karena tugas kenegaraan untuk menemani Presiden Jokowi di Istana Bogor dalam rangka menerima kunjungan Prsiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr.
Sementara, KSAD Jenderal Dudung tidak hadir untuk mengecek kesiapan prajuritnya untuk operasi di Papua.
"Kita tahu bahwa kondisi di lapangan semakin kompleks sehingga banyak yang harus disampaikan Bapak KSAD kepada prajurit. Kita lihat banyak hal yang menonjol yang dilakukan negatif oleh prajurit, sehingga dengan keberadaan Pak KSAD di tengah-tengah prajurit akan memberikan motivasi," kata Agus.
"Kemudian yang kedua, pengecekan Alkapsus dan Alkapsat yang harus dibawa prajurit dalam rangka mendukung tugas operasi di lapangan sehigga pelaksanan tugas bisa berjalan dengan lancar," tambah Agus.
(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Reza Deni)