Tribun

Bursa Capres

Soal Skenario Dua Paslon di Pilpres 2024, Politikus PDIP: Curhatannya SBY Itu

Masinton membantah adanya skenario dua paslon yang diungkapkan Presiden Republik Indonesia ke-6 itu

Penulis: Fersianus Waku
Editor: Erik S
zoom-in Soal Skenario Dua Paslon di Pilpres 2024, Politikus PDIP: Curhatannya SBY Itu
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Politisi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu usai mengikuti diskusi Tribun Series 'Mungkinkah Jokowi Maju Di2024' di Kantor Tribun Network, Jakarta, Senin (26/9/2022). Masinton menyebut skenario dua paslon Pilpres 2024 hanya curhatan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fersianus Waku

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menyebut skenario dua paslon Pilpres 2024 hanya curhatan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hal itu menanggapi Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Andi Arief yang menyebut SBY mendapat informasi bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan Pilpres 2024 hanya dua paslon.

Baca juga: Prabowo Subianto Tertawa Ditanya Kemungkinan Berduet dengan Jokowi di Pilpres 2024

Masinton membantah adanya skenario dua paslon yang diungkapkan Presiden Republik Indonesia ke-6 itu.

"Enggak lah itu. Informasi gitu-gitu kan Pak SBY dari dulu senang begitu ya. Zaman presidennya aja curhat apalagi sekarang ya itu curhatannya aja itu," kata Masinton saat ditemui di kantor Tribun, Jakarta, Senin (26/9/2022).

Selain itu, Masinton juga merespons pernyataan Andi yang menyebut hanya satu yang membuat Puan Maharani menang di pilpres 2024, yakni semua ditangkap saja.

"Andi Arief masih hidup di zaman otoriter kali. Ya alam pikirnya masih terbawa situasi yang otoriter. Sekarang kan sudah era demokrasi," ujarnya.

Menurut Masinton, pernyataan Andi Arief bisa saja terjadi bila pada zaman orde baru (Orba).

Sementara sekarang, kata dia, era demokrasi dan tidak memungkinkan orang ditangkap semena-mena.

Baca juga: Sekber Akui Pernah Surati Prabowo dan Jokowi Agar Diduetkan pada Pilpres 2024

"Sekarang ini  sudah era demokrasi sipil, kebebasan pers. Gimana caranya? Enggak mungkin dong ada orang ditangkap semena-mena enggak ada salah," ujarnya.

Sebelumnya, dalam sebuah video yang beredar di WhatsApp Andi Arief menyebut hanya satu yang bisa Puan Maharani menang, yakni semua ditangkap saja.

"Kalau sekarang misalkan yang disiapkan Puan Maharani, lha kan semua orang berani melawan Puan Maharani. Tetapi kalau ditangkap-tangkapin, pimpinan partainya diancam, ya itu yang tidak boleh," ucapnya.

"Kalau PDIP menawarkan Puan Maharani, hanya satu yang membuat Puan Maharani menang, semua ditangkapin aja. Iya itu kan?" lanjut Andi.

Dalam video itu, Andi Arief menuturkan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menemui semua ketua umum partai politik (parpol) kecuali PDIP.

Baca juga: Sinyal Koalisi Setelah Cak Imin dan Puan Bertemu, PKB: dengan PDI Perjuangan Baru Makan Pecel

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas