Tribun

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Agar Tragedi Kanjuruhan Tidak Berulang, Menteri PPPA Minta Stadion Dibuat Ramah Anak dan Perempuan

Panitia penyelenggaraan pertandingan sepakbola diminta membuat protokol yang memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Erik S
zoom-in Agar Tragedi Kanjuruhan Tidak Berulang, Menteri PPPA Minta Stadion Dibuat Ramah Anak dan Perempuan
istimewa
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) Bintang Puspayoga meminta semua pihak menghadirkan stadion sepakbola yang ramah perempuan dan anak. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) Bintang Puspayoga meminta semua pihak menghadirkan stadion sepakbola yang ramah perempuan dan anak.

Dirinya juga meminta panitia penyelenggaraan pertandingan membuat protokol yang memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak.

Baca juga: Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta Didesak Dicopot Buntut Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang

“Penyelenggara pertandingan harus memiliki panduan atau protokol perlindungan bagi kelompok rentan, khususnya anak-anak termasuk juga perempuan dan penyandang disabilitas,” kata Bintang Puspayoga melalui keterangan tertulis, Senin (3/10/2022).

Bintang berharap kejadian tragedi Kanjuruhan tak lagi terulang dan edukasi kepada suporter kembali harus dimasifkan.

Agar ke depannya kegiatan menonton laga sepakbola yang digandrungi berbagai usia dan kalangan dapat dinikmati tanpa harus ada kekhawatiran.

Kementerian PPPA, kata Bintang, telah berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur serta Kabupaten Malang terkait penanganan perempuan dan anak yang menjadi korban.

Saat ini, kata Bintang, sedang dilakukan pendataan korban dan akan ditindaklanjuti dengan penjangkauan korban.

Dalam setiap pertandingan sepakbola, menurut Bintang, perempuan dan anak sebagai kelompok rentan harus mendapatkan perlindungan.

Baca juga: Pengamat: Tragedi Kanjuruhan Harus Jadi Momentum Persatuan dan Kebangkitan Sepak Bola Indonesia

“Semua pihak harus paham dalam melaksanakan prosedur untuk mengakomodasi keamanan dan kenyamanan semua penonton, termasuk penyandang disabilitas, perempuan dan anak-anak,” kata Bintang.

Ia mengatakan Kementerian PPPA mendorong evaluasi total terkait penilaian risiko stadion dan rencana mitigasi kondisi darurat di stadion bila terjadi kerusuhan serta faktor keamanan terhadap penonton.

Fasilitas stadion juga ditekankannya harus mendukung hadirnya penonton perempuan, anak-anak, dan penyandang disabilitas dengan melengkapi fasilitas petunjuk, seperti larangan merokok dan larangan lain yang dapat memicu terjadinya kerusuhan.

Baca juga: Dua Polisi yang Gugur dalam Tragedi Stadion Kanjuruhan Diberi Penghargaan Kenaikan Pangkat

Selama ini, faktor keamanan penonton perempuan dan anak-anak sudah menjadi sorotan. Untuk itu perlu dilengkapi dengan protokol yang dapat menjadi panduan dalam menjamin keamanan dan keselamatannya.

Keamanan penyelenggaraan pertandingan sepakbola bagi perempuan dan anak harus dimulai dari mulai proses pembelian tiket hingga penonton meninggalkan stadion usai pertandingan.

Diharapkan ada kerja sama seluruh pihak, mulai dari federasi, pemerintah, klub, dan supporter untuk mewujudkan pertandingan yang ramah bagi kelompok rentan.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas