Tribun

Gangguan Ginjal

Pakar Epidemiologi Sebut Kasus Gangguan Ginjal Akut Perlu Deklarasi KLB

Dicky pun menyebutkan jika Indonesia pernah menetapkan sesuatu kejadian sebagai kejadian luar biasa (KLB), walau bukan dipicu oleh penyakit tidak menu

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Erik S
zoom-in Pakar Epidemiologi Sebut Kasus Gangguan Ginjal Akut Perlu Deklarasi KLB
meetdoctor
(Ilustrasi ginjal) Dicky Budiman mengatakan, kasus gangguan ginjal akut yang terjadi saat ini merupakan kejadian tidak lazim. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Pakar Epidemiologi Griffith University Dicky Budiman mengatakan, kasus gangguan ginjal akut yang terjadi saat ini merupakan kejadian tidak lazim.

Sehingga harus direspons dengan tindakan luar biasa, dan diikuti dengan deklarasi atau statmen dari pihak terkait. 

Baca juga: Ombudsman RI Ragukan Akurasi Data Kasus Gangguan Ginjal Akut Indonesia

Meski kasus gangguan ginjal akut disebut sebagai penyakit yang tidak menular. 

"Harus direspon dalam bentuk satu statement atau deklarasi dengan adanya kejadian luar biasa," ungkapnya pada acara yang diadakan Lapor Covid-19 secara virtual, Senin (31/10/2022). 

Respon ini bisa dalam bentuk apa pun, apakah itu kejadian luar biasa atau status lain. 

Lebih lanjut, Dicky pun menyebutkan jika Indonesia pernah menetapkan sesuatu kejadian sebagai kejadian luar biasa (KLB), walau bukan dipicu oleh penyakit tidak menular. 

Misalnya seperti KLB gizi buruk dan penyakti campak yang pernah terjadi di Asmat, Papua pada tahun 2017/2018.

Ia pun menegaskan, respon suatu wabah dengan status seperti KLB, menurut Dicky dapat memberikan respon yang lebih terkoordinir, responsif dan kewaspadaan.

Termasuk relatif lebih bisa menemukan dan menyelesaikan masalah. 

Baca juga: Soal Gagal Ginjal Akut pada Anak, Satu Perusahaan Farmasi akan Disegel Hari Ini

"Itu yang terbukti, dan kita sekali lagi sudah mengalaminya beberapa. Termasuk KLB gizi buruk itu," tegasnya. 

Menurut Dicky Indonesia perlu melihat kasus keracunan etilen glikol atau cemaran (EG) yang pernah terjadi di India pada tahun 70-an. 

India tidak pernah menyatakan situasi tersebut sebagai outbreak dan akhirnya kejadian tersebut berulang. 

Baca juga: Polri Minta Hasil Pemeriksaan Sampel Pasien Gagal Ginjal, Ada di Ambang Batas

"Karena perlu dinyatakan suatu outbreak karena secara saintifik dan histori lebih efektif dan memberikan respon yang lebih baik," kata Dicky lagi. 

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas