Survei Indikator: 55,5 Persen Publik Setuju Polisi Tersangkakan Ketua Umum PSSI di Kasus Kanjuruhan
Hasil survei Indikator Politik Indonesia mengungkap 55,5 persen publik setuju polisi menetapkan Ketua Umum PSSI Iwan Bule menjadi tersangka Kanjuruha
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Adi Suhendi
Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hasil survei Indikator Politik Indonesia mengungkap 55,5 persen publik setuju polisi menetapkan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan atau Iwan Bule menjadi tersangka kasus Tragedi Kanjuruhan.
Hal tersebut dikatakan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi saat merilis survei bertajuk 'Sikap Publik terhadap Tragedi Kanjuruhan dan Reformasi PSSI' yang digelar secara daring.
"Kalau di medsos itu ya, bilang sudah polisi tidak perlu ragu menetapkan Ketua Umum PSSI sebagai tersangka terkait Tragedi Kanjuruhan jika terdapat fakta dan cukup bukti. Ketua Umum PSSI kan diperiksa Polda Jatim. Yang setuju dengan pernyataan tersebut itu 55,5 persen, sementara 19,0 persen tidak setuju, 25,5 persen itu tidak tahu," ujar Burhanuddin Muhtadi, Minggu (13/11/2022).
Selain itu, sebanyak 28,6 persen menyatakan mendukung pemerintah untuk menekan agar Ketua dan Pengurus PSSI mundur.
Lalu 27,1 persen mendukung Pemerintah mengeluarkan keputusan pembubaran kepengurusan PSSI meski melanggar aturan FIFA.
Baca juga: Buntut Tragedi Kanjuruhan, Publik Dominan Setuju Ketua Umum dan Pengurus PSSI Mundur dari Jabatan
Kemudian 18,6 persen menyatakan bahwa PSSI hanya tunduk pada aturan FIFA dan sebaiknya pemerintah tidak ikut campur.
"25,7 persen responden menjawab tidak tahu atau tidak jawab. Jadi isu isu tidak terlalu canggih ya buat mereka yang mengatakan tidak tahu, tidak jawab sehingga mereka memilih undecided," kata Burhanuddin Muhtadi.
Kemudian sebanyak 68,6 persen menyatakan setuju jika PSSI melaksanakan Kongres Luar Biasa (KLB).
Kemudian 9,3 persen publik menyatakan kurang atau tidak setuju terhadap KLB PSSI.
"Jadi mungkin ini jalan tengah dari deadlock apakah harus mundur atau tidak mundur," kata Burhanuddin Muhtadi.
Baca juga: Soal Kanjuruhan, Yandri Susanto: Ada Gotong Royong dan Kesetiakawanan Dihati Bangsa Indonesia
Seperti diketahui, survei Sikap Publik terhadap Tragedi Kanjuruhan dan Reformasi PSSI yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia ini dilakukan pada periode 30 Oktober-5 November 2022 atau tepat sebulan setelah kejadian tewasnya 135 orang tersebut
Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan survei jumlah sampel sebanyak 1.220 orang, dengan asumsi metode simple random sampling.
Baca juga: 40 Hari Tragedi Kanjuruhan, Ketum PSSI Akan ke Malang: Berdoa Hingga Berikan Bantuan
Responden terpilih dilakukan wawancara lewat tatap muka serta quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih.
Survei ini sendiri memiliki toleransi kesalahan atau margin of error (MoE) sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.