Tribun

Polisi Tembak Polisi

Jauh Hari Sebelum Diganti, Ketua RT Akui Kamera CCTV di Komplek Duren Tiga Sempat Tersambar Petir

Keterangan dari Seno itu dibacakan oleh jaksa penuntut umum (JPU) karena yang bersangkutan urung hadir dipersidangan akibat menderita sakit.

Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Malvyandie Haryadi
zoom-in Jauh Hari Sebelum Diganti, Ketua RT Akui Kamera CCTV di Komplek Duren Tiga Sempat Tersambar Petir
Tribunnews/JEPRIMA
Sidang lanjutan kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua RT Komplek Polri Duren Tiga Jakarta Selatan Seno Soekarto dalam berita acara pemeriksaan (BAP) menyebut kalau perangkat DVR CCTV yang terpasang di komplek Polri sempat tersambar petir.

Keterangan dari Seno itu dibacakan oleh jaksa penuntut umum (JPU) karena yang bersangkutan urung hadir dipersidangan akibat menderita sakit.

Mulanya, penyidik menanyakan kepada Seno perihal keberadaan kamera CCTV di Komplek Polri, kata Seno, seluruh perangkat CCTV itu sudah terpasang sejak 2016.

Namun, untuk perawatan perangkatnya sendiri kata Seno terjadi pada Januari silam usai terkena sambaran petir.

"Perbaikan terakhir yang terakhir yang dilakukan pada Januari 2022 yang diakibatkan oleh sambaran petir dan menggunakan dana swadaya warga," tulis BAP Seno yang dibacakan jaksa dalam persidangan, Kamis (24/11/2022).

Namun selang beberapa bulan atau tepatnya sehari setelah insiden penembakan di Rumah Dinas Ferdy Sambo, kata Seno, ada pihak yang mengganti CCTV itu.

Akan tetapi pergantian CCTV itu dilakukan tanpa sepengetahuannya dan baru diketahui ternyata ada peristiwa penembakan yang menyebabkan Yoshua meninggal dunia.

"Menerima laporan tentang penggantian CCTV kompleks Polri pada hari Senin, setelah saya tahu bahwa ada penembakan terjadi di kompleks duren tiga melalui berita dari media," ucapnya.

Baca juga: Dua Mantan Anak Buah Ferdy Sambo Mangkir dari Persidangan, Jaksa Akan Panggil Paksa

Dari situ, Seno mengaku menghubungi petugas keamanan di Komplek Polri yang melaksanakan piket tanggal 8 yakni Marzuki dan yang tiket tanggal 9 yakni Zafar.

Kepada kedua satpam tersebut, Seno menanyakan mengenai kejadian dan CCTV pada tanggal 8 Juli.

"Marzuki dan Zafar menjelaskan sekilas bahwa DVR CCTV diganti oleh orang tidak dikenal pada tanggal 9 Juli 2022," tukas dia.

Oleh karenanya Seno mengaku tidak pernah mengetahui bagaimana proses pergantian DVR CCTV tersebut, sebab penggantian perangkat itu dilakukan tanpa sepengetahuannya.

Sebagai informasi, Jaksa penuntut umum (JPU) kembali memanggil Ketua RT Komplek Polri Duren Tiga Jakarta Selatan, Seno Soekarto dalam sidang kasus tewasnya Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir Yoshua, Kamis (24/11/2022).

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas