Tribun

Program Inisiatif Pemulihan Hijau Mempercepat Target Reduksi Emisi Sub Sektor Peternakan

Inisiatif Pemulihan Hijau bertujuan mempercepat reduksi emisi pada sub-sektor peternakan

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Erik S
zoom-in Program Inisiatif Pemulihan Hijau Mempercepat Target Reduksi Emisi Sub Sektor Peternakan
Istimewa
Aloysius Suratin, Sponsorship & Program Director ChildFund International di Indonesia (paling kiri) saat talk show & webinar berjudul “Identifikasi Potensi Kolaborasi dalam Adaptasi & Mitigasi Sektoral di Indonesia di Jakarta belum lama ini 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menggandeng 3 pemerintah kabupaten yakni Lampung Selatan, Pringsewu (Lampung), dan Boyolali (Jawa Tengah),  ChildFund bersama 3 lembaga mitra melakukan program strategis Inisiatif Pemulihan Hijau atau Green Recovery Initiative (GRI). 

Inisiatif Pemulihan Hijau bertujuan mempercepat reduksi emisi pada sub-sektor peternakan dan sekaligus menciptakan lapangan kerja dan pendapatan bagi kaum muda.

Aloysius Suratin, Sponsorship & Program Director ChildFund International di Indonesia mengatakan, program GRI sendiri dilakukan melalui pengembangan inkubasi bisnis hijau, memperkuat akses keuangan yang inklusif bagi wirausahawan muda dan reduksi emisi pada rantai pasok peternakan dan produk turunannya.

Baca juga: Tekan Emisi Karbon, Djarum Foundation Ajak Masyarakat Rawat Lingkungan

"Pemerintah dan masyarakat termasuk sekolah telah mulai memberikan dukungan pada inisiatif ini. Kami saat ini sedang mengajak pihak perusahaan dan kelompok bisnis untuk ikut serta,” ungkap Aloysius dalam temu media belum lama ini.

Dilatarbelakangi pandemi covid-19,  Inisiatif Pemulihan Hijau menjadi salah satu program strategis membantu negara-negara berkembang dalam membangun kembali menjadi lebih baik dibandingkan saat pandemi Covid 19 melalui pendekatan pemulihan ekonomi hijau. 

Bagi pemerintah, kata Aloysius kolaborasi antar pihak ini akan mempercepat tercapainya target reduksi emisi dari sektor pertanian dan peternakan.

Sedangkan bagi perusahaan, kolaborasi ini dapat menjadi pilihan untuk memperkuat rekam jejak perusahaan untuk menurunkan emisi dari kegiatan operasionalnya.

"Berbagai pendekatan inovatif telah dan akan terus diintegrasikan pada program GRI di Indonesia dan saat ini upaya terobosan terus diupayakan untuk mereduksi emisi enterik dan emisi dari limbah kandang.

Baca juga: Proyek Dekarbonisasi 165 Perusahaan Jepang di RI Berpotensi Kurangi 30 Juta Ton Emisi Karbon

"Optimasi proses juga dilakukan untuk memperoleh gas metana yang dimanfaatkan untuk menurunkan konsumsi bahan bakar fosil.

Produksi pupuk organik dengan kualitas hara yang terjamin juga menjadi peluang bisnis bagi kaum muda dan berpotensi mengefisienkan pengeluaran negara untuk pengadaan dan subsisi pupuk anorganik," kata Aloysius.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas