Tribun

Gempa Berpusat di Cianjur

Korban Gempa Cianjur Minta Pemerintah Bangun Kembali Rumah yang Rusak Tertimbun Longsor

Korban gempa Cianjur meminta pemerintah membangun kembali rumahnya yang rusak akibat longsor seusai gempa dengan Magnitudo 5,6

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Korban Gempa Cianjur Minta Pemerintah Bangun Kembali Rumah yang Rusak Tertimbun Longsor
Tribun Jakarta/Gerald Leonardo
Kafe Arseven Coffee Corner di Jalan Raya Cipanas-Puncak, Cianjur, Jawa Barat, kini lenyap oleh longsoran tanah dari tebing di atasnya saat terjadi gempa bumi di Cianjur pada Senin (21/11/2022) lalu lalu. Barista kafe ini dinyatakan hilang. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Korban gempa Cianjur meminta pemerintah membangun kembali rumahnya yang rusak akibat longsor seusai gempa dengan Magnitudo 5,6 mengguncang di Cugenang, Cianjur, Jawa Barat.

Salah satu korban, Yanto (62) menyatakan bahwa dirinya meminta pemerintah untuk peduli dengan warganya dengan membangun kembali rumah dan warung miliknya yang tertimbun longsor di dekat area Warung Sate Shinta.

"Semoga saja pemerintah dalam hal ini bijak kasihan atau peduli sama warganya. Semoga pemerintah bisa menyumbang dan membuat lagi rumah," kata Yanto saat berbincang dengan Tribunnews.com di Warung Sate Shinta, Cugenang, Cianjur, Jawa Barat pada Minggu (27/11/2022).

Yanto juga meminta agar pemerintah tidak pilih kasih terhadap seluruh rumah yang terdampak gempa Cianjur. Dia meminta seluruh korban mendapatkan perlakuan yang adil.

"Jangan pilih kasih sama yang rumah rusak parah dan yang masih berdiri tapi di bagian lainnya sudah doyong terus ada rusak rusak di dalamnya," jelasnya.

Namun begitu, Yanto memahami bahwa pemerintah kini sedang fokus untuk melakukan pencarian terhadap korban yang masih. Apalagi, dia juga mengalami kehilangan istri dan putra bungsunya akibat gempa tersebut.

"Saya memahami saat ini semua pihak lagi fokus untuk penanganan korban yang masih hilang. Dan saya mendukung itu," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil atau Kang Emil mengatakan bahwa sebagian besar pendanaan dalam proyek rekonstruksi rumah warga Cianjur yang rusak akibat gempa berkekuatan 5,6 skala richter pada Senin (21/11/2022) lalu, akan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dana tersebut akan disalurkan melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca juga: Pemerintah Apresiasi Kerja Relawan hingga Petugas Keamanan yang Bantu Korban Gempa Cianjur

Tidak hanya itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar pun akan turut ambil bagian dalam merealisasikan hal ini.

Langkah ini dilakukan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta agar masa tanggap darurat ini tidak hanya berfokus pada proses evakuasi saja, namun juga rekonstruksi rumah warga yang mengalami kerusakan.

"Pendanaan mayoritas dari APBN, melalui PUPR dan BNPB, tapi sebagian juga akan dibantu dari kami, walaupun kami banyak keterbatasan. Intinya, uang rakyat kembali ke rakyat, sumbernya dari mana? kita sesuaikan dengan kapasitas masing-masing," kata Kang Emil, dalam tayangan Kompas TV, Jumat (25/11/2022).

Ia pun berharap proyek rekonstruksi hunian warga Cianjur ini bisa segera dimulai.

Namun itu semua tergantung dengan apa yang disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait kapan gempa susulan tersebut akan berhenti.

"Mudah-mudahan secepatnya setelah BMKG menyatakan tidak ada lagi gempa susulan, proses rekonstruksi akan kita mulai," jelas Kang Emil.

Untuk saat ini, kata Kang Emil, fokus masa tanggap darurat ini adalah terkait pendataan dan survei yang mengacu pada tingkat keparahan dari kerusakan rumah warga.

"Per hari ini kita fokus pada survei dan data," pungkas Kang Emil.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas