Tribun

Gempa Berpusat di Cianjur

Warga Korban Gempa Cianjur Perlu Bantuan Air Bersih

Warga korban gempa Cianjur masih memerlukan banyak bantuan khususnya air bersih.

Penulis: Mario Christian Sumampow
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Warga Korban Gempa Cianjur Perlu Bantuan Air Bersih
Mario Christian Sumampow
Bangunan yang roboh akibat gempa di Kampung Cisarua, Desa Serampad, Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (30/11/2022). 

TRIBUNNEWS.COM, CIANJUR - Warga korban gempa Cianjur masih memerlukan banyak bantuan khususnya air bersih.

Ketua RT Kampung Cisarua, Desa Serampad, Cugenang, Cianjur, Jawa Barat Ujang Mulyana mengatakan warganya yang terdampak gempa saat ini sangat membutuhkan air bersih terutama untuk keperluan mandi. 

"Warga perlu air bersih. Air sungai ada, tapi takut warga saya, sudah tahu gimana. Mandi kotor tambah lagi penyakit," ujar Ujang kepada Tribunnews ditemui di Desa Serampad, Rabu (30/11/2022).

Lebih lanjut, kata Ujang, hal lainnya yang juga dibutuhkan oleh warga adalah pembalut wanita dan juga popok. Mengingat banyaknya balita di posko korban gempa Desa Serampad.

"Pembalut juga, perlu pampers," tambah Ujang.

Seluruh warga Desa Serampad terdata dengan baik. Sehingga tidak ada warga yang statusnya hilang selama 10 hari pasca gempa.

Hingga saat ini, berdasarkan informasi Ujang, tercatat 49 warga Desa Serampad yang telah meninggal dunia menjadi korban Gempa Cianjur

Sedangkan beberapa korban selamat masih ada yang mengalami luka ringan akibat tertimpa reruntuhan bangunan. 

"Ada yang sakit cuma luka-luka. Kalau luka parah sudah meninggal. Dokter ada yang stand by. Ibu hamil dan lansia aman," jelas Ujang.

Sementara, hingga saat ini mobil bantuan logistik dan keperluan untuk korban gempa masih hilir mudik di kawasan Cianjur dan sekitarnya termasuk ke Desa Serampad. 

Baca juga: Jenazah Gempa Cianjur Masih Tertimbun, Basarnas Masih Kumpulkan Tanda-tanda di Lokasi Kafe Ar Seven

Diketahui, Komandan Distrik Militer 0608 Cianjur Letkol (Arm) Haryanto sebelumnya mengatakan jumlah korban jiwa akibat telah mencapai 327 jiwa hingga Selasa (29/11/2022).

Jumlah ini bertambah dibandingkan data hari sebelumnya tim SAR gabungan berhasil menemukan empat korban jiwa yang sebelumnya berstatus hilang.

"Tentang korban jiwa di mana sampai dengan waktu sekarang jam sekarang korban jiwa meninggal dunia sejumlah 327 jiwa, hasil pencarian sampai dengan Selasa 29 November ditemukan sejumlah 4 jiwa," kata Haryanto dalam konferensi pers, Selasa sore.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas