Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Ahli Psikologi Sebut Bharada E Miliki Gejala Hipomania Dominan

Ahli Psikologi Klinis, Liza Marielly Djaprie menyebut Bharada Ekecenderungan memiliki gejala Hipomania Dominan atau kondisi perubahan emosi drastis.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Milani Resti Dilanggi
zoom-in Ahli Psikologi Sebut Bharada E Miliki Gejala Hipomania Dominan
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Ahli Psikolog Klinis Dewasa, Liza Marielly Djaprie (tengah) saat dihadirkan sebagai ahli meringankan oleh tim kuasa hukum Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (26/12/2022). Liza Marielly Djaprie menyebut Bharada Ekecenderungan memiliki gejala Hipomania Dominan atau kondisi perubahan emosi drastis. 

Bharada E juga disebut ahli psikologi klinis sebagai orang yang patuh.

Kepatuhan itu diungkapkan sudah ada di dalam diri Richard sejak kanak-kanak.

Hasil tersebut diperoleh dari assesment psikologi terhadap Bharaada E dan orang-orang terdekatnya, termasuk orang tua.

"Itu menyatakan Richard dari kecil memang anak yang cenderung patuh, manis, selalu mencoba untuk menolong," kata Liza, Senin. 

Dari proses assesment itu, Liza mengungkapkan sebuah cerita mengenai Bharada E saat duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Saat itu Bharada E pulang ke rumah sembari menangis usai bertengkar dengan temannya.

Begitu ditanya ibunya kenapa tak melawan, Bharada E hanya menjawab tidak apa-apa.

Psikolog Klinis, Liza Marielly Djaprie, mengunggah foto bareng Bharada E (kiri). Liza saat hadir di sidang Bharada E di PN Jaksel, Senin (26/12/2022) (kanan).
Psikolog Klinis, Liza Marielly Djaprie, mengunggah foto bareng Bharada E (kiri)  saat pertama kali menjalani assesment psikologi. Liza saat hadir di sidang Bharada E di PN Jaksel, Senin (26/12/2022) (kanan). (Instagram @lizadjaprie/KOMPAS.com Irfan Kamil)

Baca juga: Psikolog Klinis Ungkap Mekanisme Assesment Bharada E: Dua Analis Hanya Diberi Tahu Objek Inisial R

Rekomendasi Untuk Anda

"Dia menjawab udahlah tidak apa-apa, biarin aja," kata Liza menceritakan kembali jawaban dari orang terdekat Bharada E .

Dari cerita tersebut dan proses assesment lainnya ditarik kesimpulan bahwa Bharada E merupakan sosok yang cenderung menghindari konflik.

"Jadi kita punya karekter tertentu. Salah satu yang dari kecil ada pada diri Rihcard adalah patuh, avoiding conflict atau menghindari konflik, dan cenderung nurut saja," ujarnya.

Tak hanya karakter semasa kecil, Liza juga membeberkan kondisi Bharada E saat pertama kali menjalani assesment psikologi.

Saat itu disebut bahwa Bharada E tampak dalam kondisi cemas.

Kecemasan itu tergambar dari perilaku yang ditunjukkan Richard yaitu banyak memainkan tangan dan menghindari kontak mata.

"Pada saat pertama bertemu itu, menurut pengamatan kondisinya masih sangat cemas. Jadi dia banyak sekali mainin tangan. Kemudian menjaga tidak ada kontak mata," katanya.

Namun pada pertemuan-pertemuan lanjutan, kondisi Bharada E secara psikolgis diungkap Liza lebih baik.

Terutama setelah adanya pendampingan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

(Tribunnews.com/Milani Resti/Ashri Fadilla)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas