Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Survei SMRC: Mayoritas Pemilih Beretnis Jawa Pilih Ganjar Pranowo

40,5% warga yang beretnis Jawa, sebanyak 53% di antaranya memilih Ganjar Pranowo, 16% memilih Anies Baswedan, dan 20% memilih Prabowo Subianto.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Survei SMRC: Mayoritas Pemilih Beretnis Jawa Pilih Ganjar Pranowo
HO
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terlihat bersama di Kebumen, Jawa Tengah saat mendampingi Presiden Joko Widodo kunjungan kerja, Kamis (9/3/2023). 

Sementara itu, masih ada 13% yang belum menyebutkan pilihan.  

Saiful menjelaskan bahwa walaupun suara publik dari yang beretnis selain Jawa lebih banyak ke Anies, namun selisih suara Anies dan Ganjar di variabel tersebut tidak terlalu berbeda yakni 35% berbanding 23%.

Selisihnya, kata dia, tidak sebesar pilihan warga beretnis Jawa  kepada Ganjar yang berjumlah 53% berbanding 16% yang memilih Anies. 

"Jadi artinya kalau dilihat dari sisi etnis, Ganjar relatif lebih bisa diterima oleh pemilih dari etnis selain Jawa," kata dia.

"Namun orang Jawa relatif tidak mau menerima Anies. Jadi kalau pemilih kita itu masih berbau SARA, iya, terutama orang Jawa. Akhirnya kan kelihatan. Pemilih Jawa ini terpusat pada satu tokoh, tidak menyebar," sambung dia.

Saiful menilai jika etnis di luar Jawa dilihat satu per satu, ada kemungkinan preferensi pemilihnya juga tidak terdistribusi merata, tapi terkonsentrasi pada satu figur, misalnya di NTT atau Bali lebih cenderung memilih Ganjar, sementara di suku lain lebih ke Anies atau Prabowo. 

Baca juga: Duet Prabowo & Ganjar Menguat, Ini Elektabilitas Mereka di 4 Lembaga Survei, Siapa yang Jadi Capres?

Ia mengatakan kecenderungan kelompok yang memiliki sentimen etniknya kuat tidak hanya pada etnik Jawa, tapi juga pada etnik lain. 

Berita Rekomendasi

Saiful mencontohkan misalnya komunitas Arab di Indonesia yang kemungkinan juga memiliki kecenderungan terhadap Anies.

Namun demikian, pandangan tersebut belum bisa dibuktikan karena datanya masih terlalu sedikit.

"Jadi orang yang punya sentimen etnik seperti itu, itu tidak khas etnik tertentu. Tapi itu berlaku bagi semua etnik. Dan kadang-kadang pendidikan tidak menggerus itu," kata dia.

"Jadi tetap saja etnik itu begitu penting walaupun orang itu sangat pintar, tapi ya sudah aku ini orang Banten, kalau calon presidennya orang Banten saya pilih dia. Misalnya kayak begitu. Sentimen seperti itu masih kuat, berlaku bagi semua," sambung dia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas