Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Perludem: Indonesia Terlalu Besar Dipertaruhkan ke Tokoh Politik yang Nihil Gagasan dan Program

Indonesia terlalu besar untuk dipertaruhkan kepada para tokoh politik yang tak punya gagasan dan program.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Perludem: Indonesia Terlalu Besar Dipertaruhkan ke Tokoh Politik yang Nihil Gagasan dan Program
Istimewa
Anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini. Perludem: Indonesia Terlalu Besar Dipertaruhkan ke Tokoh Politik yang Nihil Gagasan dan Program 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menyampaikan bahwa Indonesia terlalu besar untuk dipertaruhkan kepada para tokoh politik yang tak punya gagasan dan program.

“Negara ini terlalu besar kalau kita pertaruhkan dengan orang-orang yang tanpa politik gagasan dan program,” kata Titi saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Dies Natalis ke-67 IPDN Tahun 2023, pada Selasa (14/3/2023).

Namun Titi mengatakan belakangan yang kerap dipertontonkan oleh para elite politik justru hanya silaturahmi.

Publik hanya disajikan dua tokoh politik yang saling bertemu demi memenuhi presidential threshold.

Politik gagasan justru tak dimunculkan.

Publik kata Titi, seakan diajak untuk abai terhadap gagasan yang dibawa tokoh, program yang disatukan, maupun visi yang dipertemukan dalam momen pertemuan para tokoh.

Padahal kata Titi, ruang publik seharusnya diisi oleh politik gagasan dan politik program. Ia mengatakan Indonesia terlalu besar untuk dipertaruhkan kepada orang-orang yang tak punya politik gagasan dan program.

Baca juga: Perludem Sebut Ubah UU adalah Tren di Setiap Jelang Pemilu: Itu Hidup dan Matinya Parpol

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya hal ini merupakan salah satu dari dampak menyeruaknya isu-isu spekulatif, gosip dan kontroversial seperti isu penundaan pemilu, maupun perpanjangan masa jabatan.

“Harusnya kan ruang publik kita diisi oleh politik gagasan, dan politik program,” ungkap dia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas