Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Hakim Tak Percaya Skema Pembayaran Proyek BTS Kominfo Diubah PPK: Kalian Itu Sebetulnya Pemain Semua

Hakim Fahzal Hendri tak percaya skema pembayaran proyek BTS Kominfo menyebut saksi kasus BTS Kominfo pemain.

Penulis: Rahmat Fajar Nugraha
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Hakim Tak Percaya Skema Pembayaran Proyek BTS Kominfo Diubah PPK: Kalian Itu Sebetulnya Pemain Semua
Tribunnews.com/ Rahmat W Nugraha
Sidang lanjutan kasus korupsi BTS Kominfo di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (29/8/2023). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Rahmat W. Nugraha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hakim Fahzal Hendri tak percaya skema pembayaran proyek BTS Kominfo diubah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).

Bahkan hakim menyebut saksi dari pihak konsorsium paket tiga pemain semua.




"Siapa yang mengubah skema pembayaran dan lokasi. Siapa yang mengusulkan perubahan kontrak tadi itu adendum di kontrak itu. Siapa yang mengusulkan dari BAKTI sendiri atau dari mitra Lintasarta yang mengusulkan," tanya hakim kepada Alfi Asman Direktur Niaga PT Aplikanusa Lintasarta yang bersaksi untuk terdakwa Johnny G Plate, Anang Latif dan Yohan di PN Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (29/8/2023).

"Mohon izin Yang Mulia kondisinya lokasi BTS yang bermasalah apakah karena sinyalnya bentrok karena keamanan atau karena memang tidak ada penduduk di sana. Itu kita serahkan kembali ke BAKTI Yang Mulia," jawab Alfi

"Jadi berapa kali seingat saudara. Untuk perubahan lokasi," tanya hakim.

Baca juga: Konsorsium 3 Hanya Tahu Titik BTS Lewat Peta, Hakim: Itu Namanya Nekat-nekatan

"Seingat saya lima kali Yang Mulia," jawab Alfi.

BERITA TERKAIT

"Untuk skema pembayaran dua kali. Betul pak Arya kalau skema pembayaran usulan siapa, perubahan itu," lanjut hakim bertanya kepada saksi Direktur Utama PT Aplikanusa Lintasarta Arya Damar.

"Setahu saya dari BAKTI," jawab Arya.

"Masa yang punya kerja diubah-ubah," tegas hakim.

"Jadi skema pembayaran pertama untuk instalasi down payment 20 persen, setelah itu 80 persen. Pembayaran diubah oleh BAKTI," jawab Arya.

"Dari BAKTI itu dari mana saudara tahu. Itu usulan dari BAKTI," tanya hakim.

"Dari Pak Alviano," jawab Arya.

Baca juga: Kejaksaan-KPK Koordinasi Hasil Pemeriksaan Menpora Dito Ariotedjo di Kasus BTS, Sinyal Dilimpahkan?

"Siapa yang mengusulkan perubahan skema pembayaran," tanya hakim kepada saksi dari pihak Lintasarta.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Wiki Populer

© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas